Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNehemia 4:2 Tafsiran ayat Alkitab
Nehemia 4:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka berkata-katalah ia di hadapan segala saudaranya dan segala tentara Samaria, katanya: Apakah perbuatan orang Yahudi yang letih lesu ini? Patutkah orang membiarkan dia? Bolehkah mereka itu mempersembahkan korban kelak? Dapatkah mereka itu menyudahkannya pada sehari jua? Dapatkah mereka itu menghidupkan pula batu-batu dari pada kerobohan yang sudah dibakar adanya?
Nehemia 4:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nehemia 4:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 4:9 (IDN) »
Bahwa Rehum, penghulu negeri, dan Simsai, jurutulis, dan segala kawannya yang lain, orang Dinai dan orang Afarsatkhi dan orang Tarpeli dan orang Afarsi dan orang Arkhewi dan orang Babiloni dan orang Susankhi dan orang Dehawi dan orang Elami,

1 Korintus 1:27 (IDN) »
tetapi yang bodoh di dalam dunia ini dipilih Allah, supaya Ia mempermalukan orang yang berhikmat itu, dan yang lemah di dalam dunia ini dipilih Allah, supaya Ia mempermalukan yang gagah itu;

Nehemia 4:10 (IDN) »
Maka kata orang Yehuda: Bahwa kuat orang penggandar itu surutlah dan adalah lagi amat banyak kerobohan batu; maka tiada kami dapat menyudahkan pagar tembok itu.
Nehemia 4:2 (IDN)
Setting konteks: Pada masa Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem, kota itu terbuka terhadap ancaman musuh. Nehemia memimpin orang-orang Yahudi yang kembali dari pembuangan, namun pekerjaan konstruksi menghadapi provokasi dan perlawanan dari saingan, termasuk Sanbalat dan Tobia. Ayat ini adalah bagian dari dialog ejekan dan tantangan yang dilontarkan di hadapan para pemimpin dan tentara Samaria, menantang keberanian serta iman mereka: “Apakah perbuatan orang Yahudi yang letih lesu ini? … Dapatkah mereka itu menyudahkannya pada sehari jua?”
Apa yang diberitakan teks tentang Allah dan iman
Teks menyoroti realitas bahwa pekerjaan besar Allah sering menghadapkan manusia pada pertanyaan keraguan dan tantangan manusia. Sanbalat mengejek dengan mempertanyakan kelayakan usaha, menimbang kekuatan manusiawi daripada kuasa Allah yang memampukan umat-Nya melalui amanah pembangunannya. Pemimpin dan umat menanggapi dengan pengandalan pada perlindungan dan pemeliharaan Allah, mempercayakan rencana serta kerja mereka kepada-Nya. Dalam konteks iman, ayat ini menegaskan bahwa ketidakmampuan manusia tidak meniadakan kemampuan Allah untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya; pekerjaan Tuhan tidak bergantung pada kekuatan manusia semata, melainkan pada rukuk dan ketaatan umat kepada kehendak-Nya.
Kata-kata kunci dan gambaran gambar
Referensi tafsiran klasik (ringkas, mengintegrasikan pemikiran para komentator publik domain)
Matthew Henry menekankan bahwa ejekan ini menantang bukan hanya kemampuan manusia, melainkan juga ketetapan Allah yang akan menolong umat-Nya. Dalam pandangannya, respons umat adalah iman yang tenang terhadap Allah yang berkuasa membangun kembali tembok dengan cara-Nya sendiri.
Albert Barnes menyoroti bahwa pertanyaan-pertanyaan ini menggambarkan tekanan eksternal yang berusaha menggoyahkan semangat, tetapi di balik semua itu, rencana Allah tetap berjalan bagi umat-Nya yang setia.
Adam Clarke mengajarkan bahwa pepatah ini menuntut umat untuk tidak mengandalkan kekayaan, jumlah, atau kekuatan militer semata, melainkan pada janji Allah yang menopang pekerjaan-Nya.
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
- Ayub 12:10 mengingatkan bahwa hidup ada di tangan-Nya; demikian juga pekerjaan di Nehemia memerlukan kuasa Tuhan, bukan hanya upaya manusia.
- Ayub 42:2 menunjukkan bahwa apa pun yang direncanakan Allah, tidak ada yang berarti menggagalkan rencana-Nya; demikian, pekerjaan tembok Yerusalem dipelihara oleh rencana ilahi.
- Yesaya 54:17 menguatkan tema bahwa tiada senjata yang dibuat untuk menegakkan hukum lawan umat-Nya berkelanjutan jika Allah menolak; hal ini relevan terhadap perlindungan Tuhan atas pekerjaan membangun kembali kota-Nya.
Aplikasi bagi kehidupan orang percaya hari ini
- Saat menghadapi ejekan atau tekanan eksternal dalam pelayanan gereja atau pekerjaan yang dipikul, ajak jemaat untuk menaruh kepercayaan pada pemeliharaan Allah. Selama yaitu pekerjaan Tuhan, doa, kebersamaan, dan ketaatan pada rencana-Nya perlu dijaga.
- Ketika kita merasa lelah atau ragu apakah proyek rohani kita dapat selesai, kita diundang untuk mengingat pekerjaan Allah yang lebih besar di tengah umat-Nya.
Cross-references singkat
1) Nehemia 4:3 – tantangan lebih lanjut yang menunjukkan pola perlawanan, namun menuntun pada respons bersama. Penekanan pada perlindungan Allah.
2) Nehemia 2:18 – komitmen umat dalam membangun kembali Yerusalem sebagai bagian dari rencana Allah.
3) Amsal 3:5-6 – ajakan untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati mengarahkan jalan kita, bukan mengandalkan akal sendiri.
Ringkasan: Ayat ini menegaskan dinamika iman saat pekerjaan Tuhan ditempa oleh ejekan. Melalui tekad umat dan ketergantungan kepada Allah, Allah memegang kendali atas hasilnya. Dalam konteks kita, doronglah semangat pelayanan dengan iman yang tak tergoyahkan kepada-Nya.