Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNehemia 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
Nehemia 2:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adapun serta Sanbalat, orang Horoni, dan Tobia, hamba Ammoni, mendengar perkara itu, maka sangat seganlah keduanya akan hal ini, yaitu adalah datang seorang yang menuntut baiknya bani Israel.
Nehemia 2:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nehemia 2:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 2:19 (IDN) »
Demi Sanbalat, orang Horoni, dan Tobia, hamba Ammoni, dan Jesim, orang Arab, mendengar hal itu, diolok-olokkannya dan dicelakannya kami, katanya: Apa macam perbuatanmu ini? Maukah kamu mendurhaka kepada yang dipertuan?

Nehemia 4:7 (IDN) »
Demi didengar oleh Sanbalat dan Tobia dan orang Arab dan orang Ammoni dan orang Asdodi bahwa segala pecah-pecahan pagar tembok itu sudah dibaiki pula dan segala celahnya mulai ditumpatkan, maka berbangkitlah kehangatan amarahnya!

Nehemia 6:1 (IDN) »
Bermula, setelah didengar oleh Sanbalat dan Tobia dan Jesim, orang Arab itu, dan segala musuh kami yang lain, bahwa aku sudah membaiki pagar tembok itu dan barang suatu celahpun tiada tinggal dalamnya tetapi sampai sekarang belum aku mengenakan papan tudung pada segala pintu gerbang,
Makna langsung Nehemia 2:10
Pada ayat ini dinyatakan bahwa ketika Nehemia menyatakan niatnya untuk membangun tembok Yerusalem, musuh-musuh Israel yaitu Sanbalat orang Horoni dan Tobia hamba Ammoni, mendengar berita itu. Mereka sangat segan dan resah karena kekhawatiran tentang kehilangan kendali atas wilayah serta ancaman bagi kepentingan mereka. Frasa “mendengar perkara itu” menunjukkan bahwa rencana pemulihan kota itu menantang posisi kekuasaan mereka, sehingga mereka merespons dengan perasaan terganggu.
Konteks naratif
Nehemia adalah seorang Yahudi yang bekerja di istana raja Persia sebagai juru minum, ketika ia mendengar tentang keadaan Yerusalem yang terbakar dan temboknya yang runtuh. Ia kemudian berdoa, merencanakan, dan akhirnya mendapat izin serta dukungan untuk kembali ke Yerusalem. Ayat ini menandai titik balik di mana pihak luar yang menolak proses pemulihan mulai mengekspresikan ketidaksetujuan dan ancaman potensial terhadap langkah Nehemia.
Observasi penafsiran
Gagasan tematik singkat
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa pandangan sejalan dapat ditemukan dalam: Nehemia 4 yang menyingkap bagaimana mereka menentang pekerjaan membangun tembok dengan gangguan dan ancaman; Amsal tentang bahaya taktik melumpuhkan melalui intimidasi; serta Ezra yang menyoroti penyelamatan identitas umat Allah melalui rekonstruksi kota suci. Ketiga bagian ini memperlihatkan pola bahwa kerja pemulihan menghadapi tantangan manusia, tetapi surutnya Allah tetap bekerja melalui orang percaya.
Penjelasan silang singkat
Cross-reference singkat dan relevan: - Nehemia 4:1-3: oposisi terbuka; menjelaskan bagaimana musuh menghimpun kekuatan untuk menggagalkan pekerjaan. - Ezra 4:1-5: gangguan pihak luar terhadap proyek rekonstruksi; menunjukkan motif serupa dalam konteks penyertaan ilahi.
Kaitkan dengan penerapan praktis
Ketika rencana yang selaras dengan pemulihan komunitas Allah dihadapkan pada oposisi, langkah yang tepat adalah berdoa, mengasah rencana dengan hikmat, dan tetap teguh pada tujuan Allah sambil menjaga integritas komunitas. Ketekunan Nehemia dalam menerima bantuan, serta keteledanan dalam mengidentifikasi niat yang tersembunyi, memberi pelajaran bahwa pekerjaan pembaharuan memerlukan iman yang aktif disertai kebijaksanaan manusia.
Cuplikan dari para komentator terdahulu (jika relevan)
Catatan khas: tidak ada kutipan panjang langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke pada bagian ini yang diperlukan; namun kesamaan pola penafsiran menunjukkan bahwa oposisi terhadap rencana pembaharuan sering dihadapi dengan keteguhan iman dan kehendak Allah yang memegang kendali. Jika ada kutipan pendek, pertimbangkan nuansa berikut: “ketika rencana Allah berjalan, penentang akan merasakannya sebagai ancaman”—disampaikan dalam nuansa umum penafsiran historis di karya komentator publik domain.
Penutup praktis
Nehemia 2:10 mengingatkan kita bahwa usaha memulihkan rosario iman dan komunitas bisa menarik reaksi oposisi. Respons kita adalah: tetap fokus pada tujuan Tuhan, berdoa, dan bergerak dalam hikmat. Allah memegang rencana besar, meski banyak pihak menguji kesabaran kita.