Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 3:2 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 3:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Mereka itu benci akan mana yang baik dan suka akan jahat; mereka itu menguliti tubuhnya dan menceraikan daging dari pada tulang-tulangnya.
Mikha 3:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 3:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 22:27 (IDN) »
Maka segala penghulu yang di tengahnya itu bagaikan serigala yang merampas mangsanya, mereka itu menumpahkan darah, mereka itu membinasakan jiwa hendak mencahari laba yang keji.

Amsal 28:4 (IDN) »
Orang yang meninggalkan hukum itu memuliakan orang jahat, tetapi orang yang memeliharakan hukum itu melawan orang jahat.

Mazmur 53:4 (IDN) »
(53-5) Tiadakah berpengetahuan segala orang yang berbuat jahat? yang makan habis akan umat-Ku seperti dimakannya roti? Tiada mereka itu menyembah Allah.
Makna Singkat Mikha 3:2 (IDN)
Keluaran kata: Mereka membenci apa yang baik dan mencintai apa yang jahat; mereka menguliti tubuhnya dan menceraikan daging dari tulang-tulangnya. Ayat ini menegaskan kecenderungan para pemimpin dan penguasa yang jahat untuk menilai benar salah menurut hawa nafsu sendiri, sehingga tindakan mereka sangat kejam dan merusak integritas manusia yang deras diburu kedurjanaannya.
Latar belakang kontekstual
Mikha 3 mengkritik para pemimpin Yehuda yang menindas rakyat, menyelewengkan keadilan, dan menumpahkan darah tanpa rasa bersalah. Dalam konteks nubuatan Mikha, bagian ini menyoroti kejahatan para nabi palsu, hakim, dan ahli taurat yang seharusnya menuntun bangsa kepada Tuhan, namun justru menyesatkan dan mengeksploitasi kaum miskin. Frasa “menguliti tubuhnya dan menceraikan daging dari tulang-tulangnya” adalah gambaran hiperbolik tentang kekejaman, eksploatasi, dan kedurhakaan yang merobek-jebut manusia dari harkat kemanusiaannya.
Observasi tafsir yang relevan
Rangkaian tema utama
Beberapa tema penting dalam ayat ini antara lain:
Rujukan silang yang relevan
1) Markus 7:6–7 — Menunjukkan bahwa tradisi manusia bisa menutupi kemunafikan hati jika tidak selaras dengan firman Tuhan. Hubungan: mengecam kebiasaan yang dipakai untuk menjustifikasi tindakan buruk.
2) Amos 5:7–12 — Menyatakan bahwa keadilan bergulat dengan eksploitasi orang miskin; ini memperluas tema Mikha tentang kejahatan pemimpin terhadap rakyat.
3) Yeremia 22:15–17 — Kritik terhadap pemimpin yang berpura-pura peduli, sementara menindas orang kecil; relevan untuk memahami konsekuensi moral dari tindakan serakah.
(Catatan penafsiran singkat dari tokoh terdahulu)
Beberapa komentar terdahulu menekankan bahwa gambar “menguliti tubuhnya” menyoroti bagaimana penindasan menggerogoti martabat manusia secara sistematis. Perspektif klasik menasihatkan agar umat memahami bahwa struktur keadilan Tuhan menolak praktik-praktik yang merusak relasi manusia dengan sesamanya.
Catatan kutipan singkat:> Matthew Henry menyatakan bahwa para pemimpin berdosa “menjadi penyebab kebinasaan bagi bangsa”; sedangkan Adam Clarke menyoroti bahwa tindakan tersebut adalah pelanggaran serius terhadap hak hidup manusia. Jika ada kutipan spesifik, disediakan secara ringkas di bagian ini.
Arah praktis yang membumi
Untuk pembaca Indonesia, ayat ini mengajak kita menilai keadilan di sekitar kita—apakah tuntutan pekerjaan, hukum, atau kebijakan publik menegakkan martabat manusia atau justru mengeksploitasi lemah? Berdoalah untuk pemimpin yang adil, dukung inisiatif yang memulihkan hak-hak yang terlanggar, dan hidup secara pribadi dalam integritas, menjauh dari suka terhadap kejahatan.
Inti pesan: Tuhan menuntut keadilan yang berakar pada kasih dan kemanusiaan; seruan profetik Mikha mengubah hati agar sejalan dengan kehendak-Nya, bukan dengan hawa nafsu duniawi.