Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 23:1 Matius 23:2 Matius 23:3 Matius 23:4 Matius 23:5 Matius 23:6 Matius 23:7 Matius 23:8 Matius 23:9 Matius 23:10 Matius 23:11 Matius 23:12 Matius 23:13 Matius 23:14 Matius 23:15 Matius 23:16 Matius 23:17 Matius 23:18 Matius 23:19 Matius 23:20 Matius 23:21 Matius 23:22 Matius 23:23 Matius 23:24 Matius 23:25 Matius 23:26 Matius 23:27 Matius 23:28 Matius 23:29 Matius 23:30 Matius 23:31 Matius 23:32 Matius 23:33 Matius 23:34 Matius 23:35 Matius 23:36 Matius 23:37 Matius 23:38 Matius 23:39



Poin interpretif utama: Yesus menampilkan kerinduan-Nya yang dalam untuk Yerusalem dan penduduknya, menimbang keengganan mereka terhadap ajaran dan undangan-Nya. Dalam nada nabi-nabi, Dia mengungkapkan kasih yang terbuka namun pilihan mereka menolak pewartaan damai-Nya.
Latar konteks sastra
Teks ini berada dalam bagian akhir Matius yang berfokus pada penasehat, pilihan moral, dan penolakan mesianik oleh Yerusalem. Dalam konteks kitab ini, keinginan Yesus untuk mengumpulkan anak-anak-Nya seperti ibu ayam menunjukkan gambaran kehangatan pelindung dan kepedulian-Nya atas umat-Nya. Namun, respons menolak mengalir dalam seruan-Nya, menyiapkan kebangkitan masalah pahit tentang penolakan dan konsekuensi yang mengikuti.
Signifikan teologis
Gambaran "mengumpulkan anak-anakmu" mengacu pada kasih pemelihara Allah yang berinisiatif untuk melindungi umat-Nya. Reaksi Yerusalem menegaskan tema penolakan nabi-nabi dan pesan Allah pada masa itu. Namun, di balik ratapan-Nya, tersirat harapan: undangan terbuka tetap ada bagi mereka yang mau kembali. Ini menempatkan kemarahan bestar pada konteks kasih ilahi yang merangkul meskipun manusia menolak.
Kaitan dengan seluruh Alkitab
Cross-referensi di atas membantu pembaca melihat pola berulang: Allah mengundang dengan kasih, tetapi respon manusia menentukan arah sejarah keselamatan.
Pertanyaan renungan
Penafsiran singkat
Yesus berduka atas ketidaktaatan kota-Nya, mengungkapkan kasih yang tanpa batas namun juga menyingkap realitas penolakan. Dia tidak kehilangan kasih-Nya; sebaliknya, Dia menyoroti intensitas keinginan-Nya untuk melindungi, menuntun, dan menyelamatkan. Respons manusia terhadap undangan-Nya menentukan nasib rohani mereka.
Rangkuman praktis
Pesan praktis: tetaplah hidup dalam kasih pelindung-Nya, responsif terhadap ajakan-Nya, dan biarkan kuasa kasih-Nya membentuk cara kita memandang orang lain serta mendorong kita untuk mengundang dengan rendah hati namun tegas.
Cuplikan kutipan (oleh tokoh-tokoh berpendapat publik-domain)
Beberapa penafsir klasik menekankan kehangatan pelindung Allah terhadap umat-Nya dan penekanan pada penolakan sebagai bagian dari konteks historis bangsa Israel. Jika ada kutipan pendek publik-domain yang relevan, penegasan singkat akan dicantumkan di sini: misalnya, catatan Henry, Barnes, Clarke yang menggambarkan kasih Allah dalam konteks penolakan umat.