Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 19:1 Matius 19:2 Matius 19:3 Matius 19:4 Matius 19:5 Matius 19:6 Matius 19:7 Matius 19:8 Matius 19:9 Matius 19:10 Matius 19:11 Matius 19:12 Matius 19:13 Matius 19:14 Matius 19:15 Matius 19:16 Matius 19:17 Matius 19:18 Matius 19:19 Matius 19:20 Matius 19:21 Matius 19:22 Matius 19:23 Matius 19:24 Matius 19:25 Matius 19:26 Matius 19:27 Matius 19:28 Matius 19:29 Matius 19:30



Matius 19:17 (IDN) - Makna Kunci
Inti ayat ini adalah penegasan Yesus bahwa kebajikan sejati tidak dapat sepenuhnya dicapai melalui usaha manusia sendiri, karena hanya ada Satu Yang Baik—Allah. Jawaban-Nya mengajak orang yang datang kepada-Nya untuk menimbang hidupnya menurut hukum-hukum Allah, sehingga keselamatan dan hidup kekal ditemukan dalam hubungan dengan-Nya melalui ketaatan kepada perintah-Nya.
Latar belakang konteks
Peristiwa ini terjadi ketika seorang muda bertanya tentang bagaimana memperoleh hidup yang kekal. Kaidah umum di kalangan Yahudi saat itu menekankan kepatuhan pada hukum torat. Namun, respons Yesus membedakan antara upaya manusia dalam berbuat baik dan sumber kebaikan yang mutlak yaitu Allah. Peristiwa ini menyoroti kenyataan bahwa manusia cenderung menilai diri lewat angka perbuatan, padahal hidup yang kekal adalah hadiah Allah yang dinyatakan melalui ketaatan berakar pada iman dan kasih kepada Sang Pemberi hidup.
Observasi penafsiran utama
Potongan-petikan relevan (ringkasan wawasan para komentator publik domain)
Adam Clarke menekankan bahwa pernyataan “Ada Satu Yang Baik” menyingkap batas manusia dalam mengambil jalan keselamatan melalui perbuatan baik; Allah tetap sumber kebaikan mutlak. Arthur Matthew Henry menyoroti bahwa hukum-hukum Allah menjadi ukuran hidup yang kekal, tetapi manusia membutuhkan kasih karunia untuk memenuhi hukum itu dalam relasi dengan Tuhan. Albert Barnes menekankan bahwa respons Kristus menantang pemimpin muda agar melihat lebih dalam: hidup tidak diperoleh hanya lewat tindakan moral, melainkan melalui hubungan yang taat kepada Allah yang Mahakuasa.
Hubungan dengan bagian lain Alkitabat
Beberapa bagian terkait untuk memperkaya konteks:
Penjelasan singkat: hukum Allah menuntun kepada hidup, namun pekerjaan itu terjadi dalam konteks iman kepada Allah dan anugerah-Nya yang bekerja dalam manusia.
Titik praktis singkat
Takeaway hal-hal inti
Yesus mengundang kita melihat bahwa hidup yang kekal tidak sekadar hasil perbuatan baik. Kuncinya adalah hubungan yang hidup dengan Allah melalui iman kepada Kristus, yang mengarahkan kita pada ketaatan yang lahir dari kasih-Nya.
Referensi silang singkat
Beberapa ayat terkait:
Roma 3:10; Roma 6:23; Yohanes 14:6.