Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 16:1 Matius 16:2 Matius 16:3 Matius 16:4 Matius 16:5 Matius 16:6 Matius 16:7 Matius 16:8 Matius 16:9 Matius 16:10 Matius 16:11 Matius 16:12 Matius 16:13 Matius 16:14 Matius 16:15 Matius 16:16 Matius 16:17 Matius 16:18 Matius 16:19 Matius 16:20 Matius 16:21 Matius 16:22 Matius 16:23 Matius 16:24 Matius 16:25 Matius 16:26 Matius 16:27 Matius 16:28



Matius 16:17 (IDN)
Setting: Dalam percakapan dengan murid-murid-Nya, Yesus menanyakan pendapat mereka mengenai siapa orang-orang mengatakan bahwa Ia itu. Setelah Petrus menyatakan bahwa Kristus adalah Anak Allah yang hidup, Yesus menegaskan bahwa pengakuan itu bukan berasal dari manusia, melainkan berasal dari Bapa di sorga.
Makna utama tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti sumber pengakuan iman yang benar: pengakuan itu diberikan oleh Bapa surgawi, bukan didapatkan lewat ajaran manusia atau pengalaman rohani semata. Ini menekankan bahwa pengenalan akan identitas Kristus adalah suatu wahyu ilahi yang diterima melalui hubungan pribadi dengan Allah. Iman bukan hasil usaha manusia, melainkan karya kasih dan penampakan Allah yang membukakan mata rohani.
Kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian Alkitab lain menyoroti tema wahyu ilahi yang membentuk iman:
Aplikasi praktis bagi kita hari ini
Pengakuan iman yang autentik memerlukan ketergantungan pada Allah untuk membuka mata rohani kita. Kita dipanggil untuk menilai apa yang kita akui tentang Kristus dengan jelas: bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah. Ketika kita beroleh pengenalan rohani, respons kita adalah hidup dalam ketaatan kepada-Nya, bukan sekadar menghafal ajaran tanpa relasi pribadi dengan sang Sumber wahyu.
Gambar santun dari para komentator terdahulu
Para penafsir berbahasa Inggris klasik sering menekankan bahwa pengakuan Petrus adalah buah dari pewahyuan ilahi. Matthew Henry menyoroti bahwa manusia tidak dapat mengerti Kristus kecuali Allah bekerja dalam hati mereka. Albert Barnes menegaskan bahwa pekerjaan Bapa di sorga adalah sebab utama pengakuan itu, dan manusia hanya merespons. Adam Clarke menambahkan bahwa ajaran ini membedakan wahyu rohani dari pengetahuan natural, menunjukkan peran Bapa dalam membuka mata rohani murid-murid-Nya.
Catatan singkat: Jika Anda ingin melihat bagaimana beberapa kata tertentu dipahami dalam terjemahan IDN, bacalah konteks percakapan dengan para murid di sekitar ayat ini untuk memahami transisi dari pertanyaan tentang identitas Kristus ke pengakuan pengakuan ilahi.