Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 15:1 Matius 15:2 Matius 15:3 Matius 15:4 Matius 15:5 Matius 15:6 Matius 15:7 Matius 15:8 Matius 15:9 Matius 15:10 Matius 15:11 Matius 15:12 Matius 15:13 Matius 15:14 Matius 15:15 Matius 15:16 Matius 15:17 Matius 15:18 Matius 15:19 Matius 15:20 Matius 15:21 Matius 15:22 Matius 15:23 Matius 15:24 Matius 15:25 Matius 15:26 Matius 15:27 Matius 15:28 Matius 15:29 Matius 15:30 Matius 15:31 Matius 15:32 Matius 15:33 Matius 15:34 Matius 15:35 Matius 15:36 Matius 15:37 Matius 15:38 Matius 15:39



Makna singkat ayat Matius 15:25
Wanita Kanaan itu datang, menyembah Dia, dan memohon: “Ya Tuhan, tolonglah hamba!” Ayat ini menampilkan respons iman yang trivial oleh seorang non-Israel, ketika ia mengenali otoritas Yesus dan memohon belas kasihan meski sebagai seorang outsider.
Latar belakang konteks
Konteks pasal ini adalah pertemuan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan yang memohon untuk anaknya yang keras kerasukan. Pada mulanya, jawaban-Nya kelihatan seperti menolak karena fokus-Nya pada umat Israel, tetapi kejernihan iman perempuan itu membuahkan percakapan yang menegaskan kasih Allah yang melampaui batas etnis. Kisah ini menyoroti bagaimana iman yang rendah hati dan tekun beroleh belas kasihan.
Pengamatan tafsir
Inti tema utama
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa pasal menyoroti konsep yang serupa: iman yang bersifat gigih pada orang luar Israel, serta belas kasihan yang tidak terikat oleh garis keturunan.
Referensi silang yang relevan: - Matius 8:10; iman seorang perwira Romawi yang mendapat pujian atas ketulusannya. - Markus 7:24-30; gambaran serupa tentang perempuan Syrus dan ketekunan dalam permintaan."
Pengembangan interpretatif singkat
Para penafsir lama menyoroti bahwa respons awal Yesus memantulkan tata krama sosial zaman itu, namun akhirnya menunjukkan bahwa iman yang benar tidak tergantung pada latar belakang. Pemahaman kita: doa yang berakar pada pengakuan otoritas Kristus dan permohonan belas kasihan akan dipedulikan oleh-Nya, sesuai kasih-Nya yang meluas kepada semua bangsa.
Alinea tindakan praktis
Yang bisa dipetik: tetap berdoa dengan iman yang tulus, meski jawaban awal terasa tidak memuaskan. Ketekunan doa menyatakan percaya bahwa Tuhan memperhatikan kebutuhan kita, dan iman yang rendah hati membuka pintu penyataan kasih-Nya.
Ringkas pernyataan kutipan dari tokoh tafsir berpendapat lama
Catatan singkat: tidak ada kutipan panjang penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, maupun Adam Clarke yang relevan secara tepat untuk kutipan langsung di ayat ini tanpa teks lengkap, namun mereka menekankan unsur iman yang gigih dan jangkauan kasih Allah yang meluas. Jika ada bagian singkat yang diambil, akan ditempatkan secara terpasang dan relevan.
Cross-references dengan penjelasan singkat
- Matius 8:10: iman seorang asing dipuji karena ketulusannya; menegaskan tema iman universal, mirip semangat tekun wanita ini. Penjelasan: iman yang lahir dari pengakuan otoritas Kristus bertemu dengan kasih Allah yang luas.
- Markus 7:28: perempuan itu menyadari rendah hati bahwa roti yang diberikan kepada anak-anak dapat juga diberikan kepada anjing. Penjelasan: ilustrasi bahwa iman rendah hati menerima belas kasihan-Nya, meskipun secara konteks sosial terpinggirkan.
- Yohanes 4:42: pengakuan bahwa Mesias adalah Juruselamat bagi semua bangsa; menegaskan tema universal ini.
Inti praktis: bertindaklah dalam doa dengan iman yang rendah hati, percaya bahwa Tuhan sanggup dan berkehendak menyatakan kasih-Nya bagi kebutuhanmu, tanpa membatasi pada garis keturunan atau status.