Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 4:1 Lukas 4:2 Lukas 4:3 Lukas 4:4 Lukas 4:5 Lukas 4:6 Lukas 4:7 Lukas 4:8 Lukas 4:9 Lukas 4:10 Lukas 4:11 Lukas 4:12 Lukas 4:13 Lukas 4:14 Lukas 4:15 Lukas 4:16 Lukas 4:17 Lukas 4:18 Lukas 4:19 Lukas 4:20 Lukas 4:21 Lukas 4:22 Lukas 4:23 Lukas 4:24 Lukas 4:25 Lukas 4:26 Lukas 4:27 Lukas 4:28 Lukas 4:29 Lukas 4:30 Lukas 4:31 Lukas 4:32 Lukas 4:33 Lukas 4:34 Lukas 4:35 Lukas 4:36 Lukas 4:37 Lukas 4:38 Lukas 4:39 Lukas 4:40 Lukas 4:41 Lukas 4:42 Lukas 4:43 Lukas 4:44



Lukas 4:2 (IDN): Sesudah tidak makan 40 hari, dicobai oleh Iblis
Ayat ini berada di awal karya penyangkalan dan pengajaran Yesus di Galilea, ketika Ia menjalani masa 40 hari bergumul di padang gurun tanpa makan. Dalam suasana sunyi, hanya akan muncul godaan dan pertanyaan identitas-Nya sebagai Anak Allah. Ketika genap hari itu, Ia berasa lapar, menunjukkan kemanusiaan-Nya yang nyata dan kerapuhan manusiawi yang memungkinkan empati bagi kita yang bergumul dengan lapar fisik maupun godaan batin.
Makna inti dan apa yang dinyatakan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan dua hal penting: kemanusiaan Kristus yang benar dan kehadiran Iblis yang mencoba-Nya, serta ketetapan roh untuk taat kepada Allah tanpa tergiur oleh pemenuhan materi yang semu. Allah tidak menghindar dari pengalaman manusia-Nya; sebaliknya, Dia menunjukkan bagaimana meskipun dalam keadaan lapar dan diuji, kaki-Nya tetap menapak pada kebenaran ilahi. Iman yang sejati bukan menghindari cobaan, melainkan menanggapi cobaan dengan firman Allah yang hidup.
Kata kunci dan gambaran penting
Tautan relevan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi suasana cobaan dan respons iman yang serupa dapat menolong memahami konteks Lukas 4:2:
Pemahaman yang berlaku sekarang
Bagian ini mengingatkan orang percaya bahwa cobaan sering datang dalam bentuk hal-hal yang tampaknya sah, bahkan kebutuhan dasar seperti makanan, tetapi panggilan iman adalah memilih ketaatan kepada Allah terlebih dulu. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dipanggil untuk mengandalkan firman Allah sebagai sumber kekuatan ketika godaan menggoda kita untuk mengambil jalan pintas atau kepuasan sesaat. Ketika kita merasa lemah, kita dapat meneladani tindakan-Nya: merespons godaan dengan firman Allah yang relevan dan meneguhkan identitas kita sebagai anak-anak-Nya.
Cuplikan pandangan para komentator (singkat)
Beberapa pandangan klasik menekankan kemanusiaan Kristus yang benar dan solidaritas-Nya dengan kebutuhan manusia. Matthew Henry menyoroti bahwa masa cobaan mengungkap sifat-Nya yang tidak berubah, sementara Albert Barnes menegaskan keutuhan manusia-Nya dalam menahan diri menuruti keinginan daging. Adam Clarke menegaskan bahwa meskipun lemah secara fisik, Kristus tidak berkolaborasi dengan Iblis; Ia mengandalkan firman Allah.
Cuplikan singkat: "Ia berasa lapar" menggambarkan kenyataan fisik yang memperkukuh identitas-Nya sebagai manusia seperti kita, tanpa meninggalkan keilahian-Nya.