Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 4:1 Lukas 4:2 Lukas 4:3 Lukas 4:4 Lukas 4:5 Lukas 4:6 Lukas 4:7 Lukas 4:8 Lukas 4:9 Lukas 4:10 Lukas 4:11 Lukas 4:12 Lukas 4:13 Lukas 4:14 Lukas 4:15 Lukas 4:16 Lukas 4:17 Lukas 4:18 Lukas 4:19 Lukas 4:20 Lukas 4:21 Lukas 4:22 Lukas 4:23 Lukas 4:24 Lukas 4:25 Lukas 4:26 Lukas 4:27 Lukas 4:28 Lukas 4:29 Lukas 4:30 Lukas 4:31 Lukas 4:32 Lukas 4:33 Lukas 4:34 Lukas 4:35 Lukas 4:36 Lukas 4:37 Lukas 4:38 Lukas 4:39 Lukas 4:40 Lukas 4:41 Lukas 4:42 Lukas 4:43 Lukas 4:44



Lintasan segera dari Lukas 4:16
Setelah misi-Nya tersusun dalam Nazaret tempat Ia tumbuh, Yesus kembali ke rumah ibunya untuk menjalani ritus ibadah di hari Sabat. Di rumah ibadah itu Ia bangun berdiri untuk membacakan kitab suci, menyingkap bahwa-Nya datang membawa pewahyuan Allah yang terkait erat dengan identitas-Nya sendiri.
Makna inti yang terungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa karya Allah berawal dari penyataan di tengah jemaat-Nya. Allah tidak jarang bekerja melalui kebiasaan rohani— ibadah Sabat, mendengarkan Firman, dan respons umat-Nya. Ketika Yesus berdiri untuk membacakan, Ia menunjukkan bahwa perjanjian Allah tidak terpisah dari manusia komunitas: Allah berfirman lewat firman yang dibaca dan didengar di tengah ibadah bersama.
Penyempitan kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan (singkat)
Beberapa bagian terkait yang memperkaya makna ayat ini:
Pengantar makna bagi masa kini
Aktivitas ibadah tetap relevan sebagai sarana perjumpaan dengan Allah. Ketika jemaat beribadah, kita tidak hanya mengisi waktu kosong, melainkan menyiapkan diri untuk pewahyuan Tuhan. Yesus menunjukkan bahwa momen membaca Firman bukan sekadar rutinitas, tetapi wahyu yang mengundang respons iman dan penyataan identitas-Nya sebagai Mesias.
Inti penuntun praktis
Catatan penandaan otoritas (kutipan singkat jika relevan)
Kutipan ringkas dari komentar kuno yang berguna untuk memahami konteks: “Dalam kebiasaan ibadah kita menemukan pintu bagi pengenalan yang lebih dalam tentang karya Allah” (parafrasis umum dari gaya Matthew Henry dan Adam Clarke yang menekankan peran ibadah dalam pewahyuan).
Penutup
Ayahnas Nazaret menegaskan bahwa inkarnasi Tuhan tidak terjadi di ruang hampa. Ia melangkah ke panggung ibadah Israel untuk mengumandangkan kebenaran-Nya, menunjukkan bahwa Firman Allah hadir di antara umat-Nya ketika mereka mau mendengar dan merespons. Ibadah Sabat menjadi konteks yang tepat untuk memulka Firman itu masuk ke dalam realitas harian umat-Nya hari itu juga.