Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 22:1 Lukas 22:2 Lukas 22:3 Lukas 22:4 Lukas 22:5 Lukas 22:6 Lukas 22:7 Lukas 22:8 Lukas 22:9 Lukas 22:10 Lukas 22:11 Lukas 22:12 Lukas 22:13 Lukas 22:14 Lukas 22:15 Lukas 22:16 Lukas 22:17 Lukas 22:18 Lukas 22:19 Lukas 22:20 Lukas 22:21 Lukas 22:22 Lukas 22:23 Lukas 22:24 Lukas 22:25 Lukas 22:26 Lukas 22:27 Lukas 22:28 Lukas 22:29 Lukas 22:30 Lukas 22:31 Lukas 22:32 Lukas 22:33 Lukas 22:34 Lukas 22:35 Lukas 22:36 Lukas 22:37 Lukas 22:38 Lukas 22:39 Lukas 22:40 Lukas 22:41 Lukas 22:42 Lukas 22:43 Lukas 22:44 Lukas 22:45 Lukas 22:46 Lukas 22:47 Lukas 22:48 Lukas 22:49 Lukas 22:50 Lukas 22:51 Lukas 22:52 Lukas 22:53 Lukas 22:54 Lukas 22:55 Lukas 22:56 Lukas 22:57 Lukas 22:58 Lukas 22:59 Lukas 22:60 Lukas 22:61 Lukas 22:62 Lukas 22:63 Lukas 22:64 Lukas 22:65 Lukas 22:66 Lukas 22:67 Lukas 22:68 Lukas 22:69 Lukas 22:70 Lukas 22:71



Lukas 22:60 (IDN) - Pengakuan Petrus yang terguncang
Kutipan ini terjadi pada malam sebelum penyaliban, ketika pengikut Yesus menghadapi tuduhan dan tekanan yang luar biasa. Petrus, yang berani menentang bahkan sampai berani mengikuti dari kejauhan, mendapati dirinya berada di persimpangan antara loyalitas kepada Gurunya dan ketakutan yang mengaburkan ingatan akan janji-janji sendiri. Dalam momen yang tegang itu, ia menyangkal tiga kali, dan ketika ia sedang berkata, ayam pun berkokoklah. Suara ayam menjadi penanda jelas bahwa nubuat Yesus mengenai pengkhianatannya telah menyiarkan sebagian besar kebenaran yang akan dibuktikan kemudian dalam malam itu.
Inti makna ayat
Ayat ini menyoroti dua unsur utama: kelemahan manusia dan kasih Allah yang memelihara karya keselamatan. Petrus gagal memenuhi janji setia yang dia ukir sendiri, namun kegagalannya tidak mengakhiri rencana Tuhan. Ayam berkokok berfungsi sebagai tanda kehendak Allah yang menggenapi nubuat, sekaligus menjadi momen introspeksi bagi Petrus untuk melihat diri secara jujur di hadapan Tuhan.
Tema utama
Cross-references yang relevan
1) Lukas 22:31-34 — Yesus memperingatkan Petrus tentang godaan dan cara menguatkan yang akan datang. Hubungan antara kesombongan manusia dan perlunya perlindungan doa.
2) Matius 26:69-75 — Pengakuan Petrus secara rinci di hadapan para pelayan, menunjukkan konsistensi kisah dan bagaimana nabi-nabi Allah membimbing umat melalui kelemahan.
3) Yohanes 21:15-19 — Penguatan pasca bangkit di mana Yesus memulihkan Petrus dengan perintah untuk menggembalakan domba-domba-Nya, menunjukkan belas kasihan pemulihan Allah atas yang gagal.
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak kita mengakui bahwa kita pun memiliki masa-masa kegagalan ketika menghadapi tekanan. Namun, firman Tuhan tetap efektif: Allah mengawasi rancangan-Nya bahkan ketika kita tergelincir. Seruan kita adalah memohon pertolongan rohani melalui doa, menjaga ketetapan hati, dan percaya pada pemulihan ilahi yang membawa kita kembali pada tugas-tugas iman.
Ringkasan singkat
Petrus gagal menghancurkan ancaman ketakutannya dengan sinyal takluk, namun ayam yang berkokok menjadi penanda: nubuat Kristus terpenuhi, dan kasih Allah tetap memegang rencana keselamatan-Nya. Kisah ini mengajak kita bertahan dalam iman, berpegang pada anugerah Tuhan, dan berharap pada pemulihan-Nya ketika kita tergelincir.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke are included only as exact quotes where available. If present, exact quotations are indicated in context and adapted to Indonesian readership.