Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 22:1 Lukas 22:2 Lukas 22:3 Lukas 22:4 Lukas 22:5 Lukas 22:6 Lukas 22:7 Lukas 22:8 Lukas 22:9 Lukas 22:10 Lukas 22:11 Lukas 22:12 Lukas 22:13 Lukas 22:14 Lukas 22:15 Lukas 22:16 Lukas 22:17 Lukas 22:18 Lukas 22:19 Lukas 22:20 Lukas 22:21 Lukas 22:22 Lukas 22:23 Lukas 22:24 Lukas 22:25 Lukas 22:26 Lukas 22:27 Lukas 22:28 Lukas 22:29 Lukas 22:30 Lukas 22:31 Lukas 22:32 Lukas 22:33 Lukas 22:34 Lukas 22:35 Lukas 22:36 Lukas 22:37 Lukas 22:38 Lukas 22:39 Lukas 22:40 Lukas 22:41 Lukas 22:42 Lukas 22:43 Lukas 22:44 Lukas 22:45 Lukas 22:46 Lukas 22:47 Lukas 22:48 Lukas 22:49 Lukas 22:50 Lukas 22:51 Lukas 22:52 Lukas 22:53 Lukas 22:54 Lukas 22:55 Lukas 22:56 Lukas 22:57 Lukas 22:58 Lukas 22:59 Lukas 22:60 Lukas 22:61 Lukas 22:62 Lukas 22:63 Lukas 22:64 Lukas 22:65 Lukas 22:66 Lukas 22:67 Lukas 22:68 Lukas 22:69 Lukas 22:70 Lukas 22:71



Lukas 22:29 (IDN)
Ayat ini muncul dalam konteks percakapan terakhir antara Yesus dan para murid-Nya sebelum penyaliban. Di meja Perjamuan Malam, Tuhan menegaskan bahwa Ia membagikan kuasa kerajaan-Nya kepada para murid sebagaimana Bapa telah membagikan hak itu kepada-Nya. Ayat ini menegaskan otoritas ilahi yang ditetapkan secara relasional: hubungan antara Bapa, Anak, dan para murid sebagai pewaris rancangan keselamatan.
Makna pokok
Yesus menyatakan bahwa Dia menunjuk murid-murid ke dalam kerajaan-Nya, bukan untuk kepenasaran duniawi, melainkan untuk partisipasi dalam karya dan tugas ilahi. Penetapan “kerajaan” di sini menunjukkan mandat, tanggung jawab, dan fasilitas untuk melayani misi Allah di dunia. Penetapan itu juga menegaskan bahwa kedaulatan Allah Bapa tetap menjadi dasar, dan murid-murid dipanggil untuk menanggung amanat menyebarluaskan berita Kerajaan Allah.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Renungan praktis
Bagaimana kita “ditetapkan” dalam kerajaan hari ini? Melalui layanan konkret: menolong sesama, membagikan kabar baik, dan hidup dengan keutuhan iman. Allah memberikan kita panggilan yang serasi dengan identitas Kristus, yakni menjadi saksi dan agen pembaruan di tengah dunia. Kita menunggu kedatangan-Nya sambil setia menjalankan mandat-Nya di mana kita berada.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa Yesus menempatkan murid-murid dalam kerajaannya, sebagai bagian dari kemitraan ilahi yang diprakarsai oleh Bapa. Kedaulatan Allah bersatu dengan tugas umat-Nya untuk melayani, memberitakan, dan hidup sebagai saksi Kerajaan Tuhan di era sekarang.
Cuplikan singkat para komentator klasik
Adam Clarke menekankan bahwa penetapan ini adalah bagian dari rancangan ilahi yang lebih luas, mempersiapkan murid untuk peran mereka sebagai pewaris kerajaan dalam terang Kristus. Matthew Henry menyoroti pentingnya ketaatan murid dalam mengikuti contoh Kristus sebagai bagian dari identitas kerajaan. Albert Barnes menekankan bahwa kekuasaan dan tugas itu datang dari hubungan antara Bapa dan Anak, dan murid dipanggil untuk memakai mandat tersebut dengan rendah hati.
Penekanan lintas kitab: ayat ini terkait erat dengan tema pemuridan, pewartaan Kerajaan Allah, dan pergantian peran dari murid menjadi saksi yang berdaya oleh Roh Kudus. Penguatan rohani ini menguatkan kita untuk hidup dalam pengharapan dan tanggung jawab tugas ilahi.