Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 20:1 Lukas 20:2 Lukas 20:3 Lukas 20:4 Lukas 20:5 Lukas 20:6 Lukas 20:7 Lukas 20:8 Lukas 20:9 Lukas 20:10 Lukas 20:11 Lukas 20:12 Lukas 20:13 Lukas 20:14 Lukas 20:15 Lukas 20:16 Lukas 20:17 Lukas 20:18 Lukas 20:19 Lukas 20:20 Lukas 20:21 Lukas 20:22 Lukas 20:23 Lukas 20:24 Lukas 20:25 Lukas 20:26 Lukas 20:27 Lukas 20:28 Lukas 20:29 Lukas 20:30 Lukas 20:31 Lukas 20:32 Lukas 20:33 Lukas 20:34 Lukas 20:35 Lukas 20:36 Lukas 20:37 Lukas 20:38 Lukas 20:39 Lukas 20:40 Lukas 20:41 Lukas 20:42 Lukas 20:43 Lukas 20:44 Lukas 20:45 Lukas 20:46 Lukas 20:47



Inti Pokok Penafsiran
Firman Yesus pada Lukas 20:17 menyiapkan pesan kunci bahwa Penyelamat yang ditolak oleh para pemuka bangsa Israel justru menjadi dasar utama keselamatan bagi umat manusia. Pengajaran ini menekankan bagaimana gereja yang berakar pada Kristus bukan pada manusia, dan bagaimana penolakan manusia terhadap-Nya dapat menjadi langkah-Nya yang menjadikan-Nya sebagai batu penjuru.
Konteks Sastra
Ayat ini berasal dari percakapan Yesus dengan para ahli Taurat dan kepala imam, saat mereka mencari cara untuk menjebaknya. Mereka mengutip nubuat tentang Mesias, tetapi penasaran bagaimana makna nubuat itu terwujud dalam diri-Nya. Yesus menanggapi dengan sebuah perumpamaan keagungan: sebuah ayat yang menekankan bahwa interpretasi manusia terhadap nubuat dan rencana Allah tidak boleh membatasi kenyataan bahwa Kristus adalah pusat penggenapan pembebasan.
Makna Teologis
1) Kristus sebagai batu penjuru: frasa ini merujuk pada satu sudut penting dalam bangunan, yakni fondasi hidup orang percaya. Allah menata rencana keselamatan melalui penolakan manusia terhadap-Nya, lalu menggenapkan-Nya dalam pekerjaan-Nya melalui kebangkitan dan penghisaban tabiat manusia di dalam Kristus.
2) Penolakan manusia sebagai bagian dari rencana Allah: manusia tidak selalu mengerti bagaimana kedaulatan-Nya bekerja. Meski ditolak secara manusia, berita keselamatan tetap menjadi batu penjuru bagi mereka yang percaya.
3) Keselamatan berbasis iman kepada Kristus: keselamatan bukan karena kepatuhan administrasi rohani manusia, melainkan回应 iman kepada Kristus sebagai ukuran hubungan dengan Allah.
Rujukan-Scripture yang Berkaitan
Pertanyaan Refleksi
Ringkasan Penuntun
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pusat iman bukan pada bagaimana manusia melihat Mesias, melainkan pada siapa Kristus bagi keselamatan. Kristus menjadi batu penjuru: menanggung karya penebusan bagi semua yang percaya. Allah bekerja melalui penolakan manusia untuk melaksanakan rencana-Nya yang lebih besar.
Cuplikan Kutipan (Public-Domain)
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa nubuat tentang Mesias dipenuhi secara ajaib melalui penolakan manusia, dan bahwa iman kepada Kristus adalah kunci hubungan dengan Allah. Contoh editorial para komentator berpendapat bahwa “batu penjuru” adalah inti dari pengenalan Mesias yang hidup dalam karya-Nya.
Cross-References
1) Yesaya 8-9: nubuat tentang rencana Allah yang membangkitkan terang bagi umat-Nya, bahkan melalui jalan yang menakjubkan. 2) Mazmur 118:22: penekanan bahwa apa yang ditolak manusia menjadi sumber keselamatan. 3) 1 Korintus 3:11: tidak ada dasar lain selain Kristus sebagai dasar.