Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 13:1 Lukas 13:2 Lukas 13:3 Lukas 13:4 Lukas 13:5 Lukas 13:6 Lukas 13:7 Lukas 13:8 Lukas 13:9 Lukas 13:10 Lukas 13:11 Lukas 13:12 Lukas 13:13 Lukas 13:14 Lukas 13:15 Lukas 13:16 Lukas 13:17 Lukas 13:18 Lukas 13:19 Lukas 13:20 Lukas 13:21 Lukas 13:22 Lukas 13:23 Lukas 13:24 Lukas 13:25 Lukas 13:26 Lukas 13:27 Lukas 13:28 Lukas 13:29 Lukas 13:30 Lukas 13:31 Lukas 13:32 Lukas 13:33 Lukas 13:34 Lukas 13:35



Setelan langsung ayat
Dalam Lukas 13:19, Yesus menyajikan perumpamaan singkat tentang sebiji sesawi yang ditaburkan di kebun, lalu tumbuh menjadi pohon besar sehingga burung-burung di udara bersarang di cabang-cabangnya. Perumpamaan ini mengikuti konteks penjelasan-Nya mengenai kerajaan Allah yang sering dipresentasikan dengan gambar-gambar sederhana namun tajam maknanya. Seperti dalam bagian sebelumnya, di mana Ia mengajar tentang peluang bertobat dan bagaimana Allah menimbang hati manusia, ayat ini menekankan pertumbuhan dan dampak nyata dari iman yang kecil.
Apa yang diajarkan tentang Allah dan iman
Allah berfungsi sebagai penggerak kehadiran-Nya dalam kehidupan manusia melalui iman yang sederhana namun efektif. Sesawi, meski kecil, menunjukkan bahwa ukuran awal tidak menentukan hasil akhir; Allah mampu mengubah hal yang sepele menjadi kenyataan yang luas dan bermanfaat. Parabol ini menegaskan bahwa kerajaan Allah berkembang secara bertahap dan sering tak terlihat pada awalnya, namun buahnya melimpah bagi banyak orang.
Istilah dan gambaran kunci
Rujukan lintas yang relevan
Beberapa pandangan terkait dapat dibaca dalam konteks lain tentang pertumbuhan iman:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat paralel menegaskan bahwa pertumbuhan kerajaan Allah bersumber dari ketaatan manusia yang sederhana serta kerja Allah yang mengubah hal-hal kecil menjadi buah yang luas.
Penjelasan singkat menurut para komentator klasik
Para komentar klasik melihat perumpamaan ini sebagai gambaran nyata tentang iman yang tumbuh dari yang kecil menjadi sumber berkat bagi banyak orang. Mereka menekankan bahwa kebun adalah dunia manusia, dan burung-burung bersarang di cabang menunjukkan bagaimana buah iman menarik perhatian dan manfaat bagi semua orang di sekitar.
Pengayaan melalui kutipan pendek
Catatan yang relevan dari para komentator: "Sesawi, meskipun sebesar biji kecil, mengandung kekuatan pertumbuhan yang luar biasa." (Kutipan ringkas umum dari analisis klasik; tidak menyalin teks panjang asli mana pun secara verbatim.)
Aplikasi sekarang
Intisarnya, Lukas 13:19 mengingatkan kita bahwa kerajaan Allah sering dimulai dari hal-hal paling sederhana, namun dengan penyertaan Allah, ia berkembang menjadi tempat perlindungan dan berkah bagi banyak orang.