Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 13:1 Lukas 13:2 Lukas 13:3 Lukas 13:4 Lukas 13:5 Lukas 13:6 Lukas 13:7 Lukas 13:8 Lukas 13:9 Lukas 13:10 Lukas 13:11 Lukas 13:12 Lukas 13:13 Lukas 13:14 Lukas 13:15 Lukas 13:16 Lukas 13:17 Lukas 13:18 Lukas 13:19 Lukas 13:20 Lukas 13:21 Lukas 13:22 Lukas 13:23 Lukas 13:24 Lukas 13:25 Lukas 13:26 Lukas 13:27 Lukas 13:28 Lukas 13:29 Lukas 13:30 Lukas 13:31 Lukas 13:32 Lukas 13:33 Lukas 13:34 Lukas 13:35



Lukas 13:16 dalam Konteks: Pembebasan pada Hari Sabat
Ayat ini berada dalam kisah tentang seorang wanita yang sakit tujuh belas tahun atau delapan belas tahun, terikat oleh roh penyakit yang membuatnya tidak bisa berdiri tegak. Yesus menyingkap diri-Nya sebagai pembebas dan pembawa kebenaran terang, menegaskan bahwa kasih Allah bekerja dengan tujuan membebaskan manusia yang terbelenggu, bahkan di antara tradisi ibadat pada Hari Sabat.
Makna pokok ayat
Yesus menegaskan bahwa kasih Allah mengalahkan pembatasan hukum jika pembebasan menolong seseorang. Wanita itu adalah perempuan yang telah lama terikat; meskipun kesengsaraan fisik, keselamatan dan pemulihan fisik menunjukkan kedaulatan kasih Allah. Pada intinya, karya-Nya tidak sekadar memenuhi ritual, melainkan memulihkan manusia secara utuh.
Tema-tema kunci
Perikop terkait
Beberapa bagian yang sejalan antara lain:
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak kita untuk menimbang bagaimana kita memahami hari ibadah dan bagaimana empati terhadap sesama seharusnya memandu tindakan kita. Belas kasih Tuhan mendorong kita untuk melihat kebutuhan manusia secara konkret—apakah kita siap menolong orang yang terbelenggu, tanpa mengedepankan formalitas yang mengaburkan kasih?
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kasih Allah melampaui batas-batas tradisi hukum untuk membebaskan manusia dari belenggu fisik maupun rohani. Dalam konteks perjanjian dengan Ibrahim, karya Yesus menunjukkan pemenuhan kasih itu: pembebasan yang memuliakan Allah dan memberkati umat manusia dengan pemulihan penuh.
Catatan referensi singkat
Cross-references: Lukas 4:18-19; Lukas 14:1-6; Kisah pemulihan rohani dan jasmani di Lukas 8:2. Penekanan umum dari para komentator publik-domain sejalan dengan pemahaman bahwa respons kasih ilahi menuntun pada pemulihan orang yang terikat.
Catatan kutipan singkat dari tokoh lama (jika ada):
Beberapa ulasan klasikmenilai bahwa kasih Allah menekan hukum yang menyulitkan manusia untuk hidup dalam kebebasan dan ibadah yang sejati. (tanpa mengutip teks lengkap dari rujukan penuh)