Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 8:1 Hakim-hakim 8:2 Hakim-hakim 8:3 Hakim-hakim 8:4 Hakim-hakim 8:5 Hakim-hakim 8:6 Hakim-hakim 8:7 Hakim-hakim 8:8 Hakim-hakim 8:9 Hakim-hakim 8:10 Hakim-hakim 8:11 Hakim-hakim 8:12 Hakim-hakim 8:13 Hakim-hakim 8:14 Hakim-hakim 8:15 Hakim-hakim 8:16 Hakim-hakim 8:17 Hakim-hakim 8:18 Hakim-hakim 8:19 Hakim-hakim 8:20 Hakim-hakim 8:21 Hakim-hakim 8:22 Hakim-hakim 8:23 Hakim-hakim 8:24 Hakim-hakim 8:25 Hakim-hakim 8:26 Hakim-hakim 8:27 Hakim-hakim 8:28 Hakim-hakim 8:29 Hakim-hakim 8:30 Hakim-hakim 8:31 Hakim-hakim 8:32 Hakim-hakim 8:33 Hakim-hakim 8:34 Hakim-hakim 8:35


Hakim-hakim 8:14 (IDN): Ringkasan konteks dan makna
Setting langsung: Pada saat Gideon telah menundukkan raja-raja Midian dan pasukan mereka, ia mengejar para pengepung hingga Sukot. Dalam ayat ini terlihat tindakan dan reaksi dua pihak: Gideon yang berani menghadapi perlawanan yang sederhana, serta penduduk Sukot yang menolak memberi bantuan karena takut akan pertempuran yang belum selesai. Budak yang ditangkap menjadi saksi hidup atas keputusan para tua-tua Sukot, yang kemudian dicatat bersama nama-nama mereka. Hal ini menegaskan bahwa sebagian pemimpin komunitas menimbang kenyamanan diri sendiri di hadapan keadaan bahaya, sedangkan pertolongan kepada Allah dan hambanya seringkali diukur dari kesetiaan mereka kepada firman Tuhan.
Yang diajarkan Allah melalui teks ini
Ayat ini menyoroti realitas konsekuensi dari pilihan manusia ketika menghadapi krisis. Ketegasan Gideon menujukan bahwa rencana Allah berlanjut meski menghadapi oposisi internal. Allah memegang kendali atas pertembangan jalannya pertempuran melalui tindakan manusia biasa—yakni budak Sukot yang menjadi saksi kutipan daftar tua-tua—menegaskan bahwa kesetiaan pada Allah tetap menjadi ukuran utama, bukan ketakutan manusia. Dalam konteks iman, hal ini menggarisbawahi bahwa keputusan kolektif komunitas berimbas pada pelaksanaan rencana Allah di tengah bangsa Israel.
Istilah dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
- Kisah tentang kesetiaan ketika menghadapi ancaman (hakim-hakim 7) menunjukkan bagaimana hubungan antara komando ilahi dan respons manusia menentukan hasil akhirnya. Kaitan: perintah Allah melalui Gideon memanifestasikan kedaulatan-Nya meski rintangan manusia.
- Pengakuan Nabi-nabi tentang pentingnya ketaatan kepada Tuhan meskipun menghadapi tekanan publik (1 Samuel 12; Yeremia 38). Kaitan: kebijakan komunitas seharusnya tunduk pada rencana Allah di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Pengajaran masa kini
Hal ini mengajak umat percaya untuk menilai loyalitas komunitas dalam menghadapi ancaman. Ketika takut akan konsekuensi, beberapa orang memilih kelonggaran hati, namun Allah menilai dari kesetiaan kepada firman-Nya dan tekad untuk melanjutkan peran yang telah ditetapkan-Nya. Dalam gereja dan keluarga iman, kita diajak menolak sikap pragmatis yang menutup mata terhadap kebenaran. Tuhan menghargai keberanian yang lahir dari iman kepada-Nya, meskipun itu berarti menanggung konsekuensi sosial atau pribadi.
Kutipan singkat dari para penafsir berbahasa Indonesia
Beberapa refleksi klasik menekankan bahwa tindakan Gideon menumpahkan tahap terakhir penyelamatan sedang menormalisasi tindakan hukum yang adil. Mereka menasihatkan bahwa integritas perintah Tuhan tidak boleh dikompromikan oleh rasa takut manusia. (Disajikan dalam nuansa umum dari karya penafsir berbahasa Inggris klasik yang bersifat publik domain.)
Inti dari ayat ini adalah kesetiaan pada rencana Tuhan di tengah tekanan komunitas. Keberanian Gideon beriringan dengan keadilan terhadap keputusan para pemimpin Sukot—bahwa sebuah bangsa yang benar tidak menutup mata terhadap bahaya atau menunda keadilan bagi bagian-bagian yang membutuhkan pembuktian.