Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 6:1 Hakim-hakim 6:2 Hakim-hakim 6:3 Hakim-hakim 6:4 Hakim-hakim 6:5 Hakim-hakim 6:6 Hakim-hakim 6:7 Hakim-hakim 6:8 Hakim-hakim 6:9 Hakim-hakim 6:10 Hakim-hakim 6:11 Hakim-hakim 6:12 Hakim-hakim 6:13 Hakim-hakim 6:14 Hakim-hakim 6:15 Hakim-hakim 6:16 Hakim-hakim 6:17 Hakim-hakim 6:18 Hakim-hakim 6:19 Hakim-hakim 6:20 Hakim-hakim 6:21 Hakim-hakim 6:22 Hakim-hakim 6:23 Hakim-hakim 6:24 Hakim-hakim 6:25 Hakim-hakim 6:26 Hakim-hakim 6:27 Hakim-hakim 6:28 Hakim-hakim 6:29 Hakim-hakim 6:30 Hakim-hakim 6:31 Hakim-hakim 6:32 Hakim-hakim 6:33 Hakim-hakim 6:34 Hakim-hakim 6:35 Hakim-hakim 6:36 Hakim-hakim 6:37 Hakim-hakim 6:38 Hakim-hakim 6:39 Hakim-hakim 6:40



Hakim-hakim 6:32 (IDN) – Nama Yerub-Baal dan makna ujian iman
Pasal ini menggambarkan masa pemberontakan suku-suku Israel di bawah nabi Otoniel, lalu dialog antara Gideon dengan sore hari dan semangat penggerebekan rohani yang membangun iman. Ayat 32 menandai penamaan baru atas Gideon sebagai respons terhadap tindakan menantang Baal, mewakili pergesekan antara penyembahan berhala dan keimanan kepada Tuhan Yang Esa.
A. Ayat dalam konteks pasal
Sejak awal pasal 6, bangsa Israel berada dalam lingkaran penderitaan karena penyembahan berhala Midian. Tuhan memanggil Gideon untuk memulihkan ibadah kepada-Nya. Dalam momen keberanian, Gideon memotong mezbah Drajat-Baal milik ayahnya dan membangun mezbah untuk Tuhan di tempat yang tepat. Hari itu, hasil tindakan berani itu menyebabkan orang Israel menamai Gideon “Yerub-Baal” yang berarti “Biarlah Baal membela dirinya,” sebagai sindiran terhadap upaya Baal untuk membuktikan kuasanya lewat konflik.
B. Makna rohani utama ayat ini
Ayat ini menekankan kebenaran bahwa Allah adalah satu-satunya Allah yang berkuasa, dan keimanan umat-Nya akan diuji melalui konflik rohani. Nama Yerub-Baal mencatat bahwa upaya pendiriannya terhadap penyembahan palsu akhirnya bertabrakan dengan rencana Allah yang memanggil umat-Nya kepada kesetiaan kepada-Nya saja. Reaksi dunia (penamaan yang mengejek) menjadi bagian dari perjuangan iman: bagaimana umat Allah tetap teguh meskipun menghadapi cercaan atau hinaan karena menolak penyembahan berhala.
C. Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
- Dalam 1 Raja 18, pemantapan iman Israel melalui tantangan antara nabi-elijah dengan penyembahan Baal serupa mencatat bahwa Tuhan menunjukkan kuasa-Nya secara nyata. - Ayub 1-2 menunjukkan bagaimana iman diuji oleh kritik dan bahaya, tetapi tetap menaruh kepercayaannya pada Tuhan. - Roma 8:35-39 menekankan keamanan dalam kasih Allah yang tidak bisa diubah oleh ancaman dunia, serupa dengan tindakan Yerub-Baal yang mengungkapkan kedaulatan Tuhan meskipun dicemooh.
D. Pelajaran rohani utama
E. Aplikasi praktis
Gideon menyingkap mezbah Baal dan membangun altar untuk Tuhan. Demikian pula kita dipanggil: mengkaji kembali praktik ibadah kita, menghapuskan bentuk-bentuk penyembahan yang menyaingi Tuhan, serta memelihara kemurnian iman di tengah tekanan sosial. Iman tidak hanya berteriak iman di udara, melainkan bertindak praktis dalam langkah-langkah nyata yang memuliakan Tuhan.
F. Struktur iman dalam kisah ini
1) Tantangan terhadap keimanan; 2) Tindakan konkret untuk memulihkan ibadah kepada Tuhan; 3) Konsekuensi sosial berupa reaksi dunia yang menertawakan atau meremehkan iman. Semua itu mengarah pada pemahaman bahwa Tuhan tetap berkuasa, meski manusia menertawakan rencana-Nya.
G. Referensi silang singkat
– Markus 8:38 menunjukkan perlunya kesetiaan terhindar dari malu karena identitas Kristus.
– 1 Korintus 1:27-29 menegaskan bahwa Allah memilih kelemahan untuk menunjukkan kuasa-Nya.
– Yesaya 45:22 mengajak umat untuk berseru kepada Tuhan dan diketemukan keselamatan dalam-Nya.
Beberapa catatan interpretatif singkat: Ulama tradisional melihat tindakan Yerub-Baal sebagai kritik teologis terhadap kultus berhala, tetapi juga sebagai langkah yang menegaskan tekad umat Allah terhadap penyembahan kepada-Nya saja. Sebagaimana dicatat dalam karya para komentator publik domain, tokoh Gideon dikenal karena keberanian iman yang tumbuh melalui ujian-ujian yang nyata, sehingga nama baru yang diberikan kepada dirinya menjadi pengingat bahwa Tuhan yang berkuasa membalikkan keadaan.
Intisari: Ayat ini menegaskan bahwa keimanan diuji di lapangan kehidupan nyata, dan penyataan kedaulatan Tuhan muncul dari tindakan iman yang berani, meski dihadapkan pada ejekan dunia.