Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Hakim-hakim 1 Hakim-hakim 2 Hakim-hakim 3 Hakim-hakim 4 Hakim-hakim 5 Hakim-hakim 6 Hakim-hakim 7 Hakim-hakim 8 Hakim-hakim 9 Hakim-hakim 10 Hakim-hakim 11 Hakim-hakim 12 Hakim-hakim 13 Hakim-hakim 14 Hakim-hakim 15 Hakim-hakim 16 Hakim-hakim 17 Hakim-hakim 18 Hakim-hakim 19 Hakim-hakim 20 Hakim-hakim 21Verse
Hakim-hakim 3:1 Hakim-hakim 3:2 Hakim-hakim 3:3 Hakim-hakim 3:4 Hakim-hakim 3:5 Hakim-hakim 3:6 Hakim-hakim 3:7 Hakim-hakim 3:8 Hakim-hakim 3:9 Hakim-hakim 3:10 Hakim-hakim 3:11 Hakim-hakim 3:12 Hakim-hakim 3:13 Hakim-hakim 3:14 Hakim-hakim 3:15 Hakim-hakim 3:16 Hakim-hakim 3:17 Hakim-hakim 3:18 Hakim-hakim 3:19 Hakim-hakim 3:20 Hakim-hakim 3:21 Hakim-hakim 3:22 Hakim-hakim 3:23 Hakim-hakim 3:24 Hakim-hakim 3:25 Hakim-hakim 3:26 Hakim-hakim 3:27 Hakim-hakim 3:28 Hakim-hakim 3:29 Hakim-hakim 3:30 Hakim-hakim 3:31



Hakim-hakim 3:21 (IDN) — Uluran Pedang Ehud
Di tengah kisah pembebasan Israel dari kekuasaan Eglon, kitab Hakim-hakim menampilkan tokoh Ehud yang berani dan licik dalam menuntun umat Allah ke kemenangan. Ayat ini menggambarkan puncak tindakan taktis Ehud: dengan pedang tersembunyi di pahanya, ia menusuk baginda raja Amori itu dan membebaskan bangsa Israel dari penindasan tanpa pertumpahan darah di hadapan umum. Narasi ini menegaskan bagaimana Allah bisa memakai perantara yang tidak biasa untuk mencapai pembebasan yang telah dijanjikan, meski metode yang digunakan tampak keras dan radikal.
Ayat dalam konteks pasal
Hakim-hakim pasal 3 menceritakan pembebasan umat Allah dari kekuasaan sekitar melalui pemimpin-pemimpin yang diurapi Allah. Ehud, seorang orang Benyamin, diutus untuk menaklukkan Raja Eglon dari Moab. Dalam ayat ini, tindakan Ehud adalah klimaks dari rencana Allah: ia datang dengan persembahan ukuran negara, memanfaatkan kesempatan ketika raja berada di dalam kamar persakhian, dan dengan keberanian yang penuh perhitungan, menombaknya melalui perut dengan pedang yang diselundupkan di pahanya.
Poin inti rohani
Perbandingan Alkitab
Beberapa imbas serupa muncul ketika Allah memakai orang biasa untuk membawa pembebasan. Misalnya, Deborah dan Barak dalam Hakim-hakim 4–5, yang menunjukkan bagaimana keputusan iman, kendati tidak konvensional, menjadi pintu keluarnya umat Israel dari penindasan. Referensi singkat: - Keberanian Wanita Debora menunjukkan bagaimana Allah tidak membatasi alat pembebasan pada satu tipe seseorang. - Keterlibatan Gideon menggariskan bahwa kekuatan Allah sering bekerja melalui kelemahan manusia, sehingga Allah layak dipuji karena kemenangan bukan karena kecerdasan manusia semata.
Kaitan silang Alkitab
Beberapa jemaat melihat gambaran pemikiran bahwa kekuasaan Allah bekerja melalui providensi manusia terhadap musuh. Ketika Ehud menusuk raja, ia mendorong pembebasan bagi bangsa yang tertindas. Kaitan silang: 1) 1 Samuel 17 mengingatkan bahwa ukuran kemenangan juga dipakai melalui cara-cara yang tidak konvensional. 2) Roma 8:28 menegaskan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. 3) Efesus 6:10–11 menyerukan kekuatan dalam Tuhan, bukan dalam kekuatan manusia semata.
Aplikasi praktis
Beberapa pelajaran praktis yang relevan untuk kehidupan iman hari ini:
Catatan penafsiran dari tokoh-Tokoh berbahasa publik domain
Para penafsir klasik menyorot seni strategi Ehud dan maknanya bagi iman umat Allah. Ringkasannya: Ehud adalah alat Allah yang bertindak dalam waktu yang tepat, memperlihatkan bahwa pembebasan Allah sering menggandeng manusia yang awalnya tampak biasa. Pujian utama adalah bahwa Allah tidak membatasi cara-Nya, asalkan umat berserah kepada-Nya dan bertindak dengan ketaatan.
Cuplikan singkat dari penafis klasik: sebuah pernyataan umum yang sering dirujuk adalah pentingnya ketaatan Ehud terhadap panggilan Tuhan meski ia menggunakan jalan yang tidak biasa. (Rujukan ini disajikan sebagai ringkasan tata penafsiran, tanpa menyalin teks lengkap.)
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bagaimana Allah bekerja melalui alat-Nya yang tidak selalu tampak heroik. Ehud, melalui keberanian dan kecerdikan, menggagalkan kekuasaan raja yang menindas dan membuka jalan bagi pembebasan Israel. Inti teologisnya adalah pembebasan yang berbuah bagi umat ketika mereka taat kepada Allah dan siap mengikuti rencana-Nya, meski tidak selalu sesuai dengan logika manusia.