Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 6:1 Yohanes 6:2 Yohanes 6:3 Yohanes 6:4 Yohanes 6:5 Yohanes 6:6 Yohanes 6:7 Yohanes 6:8 Yohanes 6:9 Yohanes 6:10 Yohanes 6:11 Yohanes 6:12 Yohanes 6:13 Yohanes 6:14 Yohanes 6:15 Yohanes 6:16 Yohanes 6:17 Yohanes 6:18 Yohanes 6:19 Yohanes 6:20 Yohanes 6:21 Yohanes 6:22 Yohanes 6:23 Yohanes 6:24 Yohanes 6:25 Yohanes 6:26 Yohanes 6:27 Yohanes 6:28 Yohanes 6:29 Yohanes 6:30 Yohanes 6:31 Yohanes 6:32 Yohanes 6:33 Yohanes 6:34 Yohanes 6:35 Yohanes 6:36 Yohanes 6:37 Yohanes 6:38 Yohanes 6:39 Yohanes 6:40 Yohanes 6:41 Yohanes 6:42 Yohanes 6:43 Yohanes 6:44 Yohanes 6:45 Yohanes 6:46 Yohanes 6:47 Yohanes 6:48 Yohanes 6:49 Yohanes 6:50 Yohanes 6:51 Yohanes 6:52 Yohanes 6:53 Yohanes 6:54 Yohanes 6:55 Yohanes 6:56 Yohanes 6:57 Yohanes 6:58 Yohanes 6:59 Yohanes 6:60 Yohanes 6:61 Yohanes 6:62 Yohanes 6:63 Yohanes 6:64 Yohanes 6:65 Yohanes 6:66 Yohanes 6:67 Yohanes 6:68 Yohanes 6:69 Yohanes 6:70 Yohanes 6:71



Yohanes 6:12 (IDN)
Setelah kenyang mereka itu sekalian, maka Ia pun berkatalah kepada murid-murid-Nya, "Kumpulkanlah segala sisanya, supaya barang apa pun jangan terbuang."
Konteks langsung
Ayat ini mengikuti mukjizat memberi makan 5.000 jiwa dengan lima roti dan dua ikan. Setelah orang banyak makan sampai kenyang, Jesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengumpulkan sisa-sisa roti dan ikan. Tujuan praktis perintah ini adalah agar tidak ada yang terbuang, sekaligus menegaskan makna roti yang telah diberkati-Nya.
Apa yang dirahasiakan firman ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan karakter Allah yang penuh belas kasihan dan ketelitian. Allah tidak membiarkan apa pun terbuang jika ada cara untuk memanfaatkan sisanya. Sikap ini memantulkan perawatan-Nya terhadap kebutuhan manusia serta tujuan-Nya agar umat-Nya menjunjung tanggung jawab terhadap apa yang telah diberkati-Nya. Dari sudut iman, perintah itu mengajak murid-murid untuk melihat pekerjaan Allah sebagai sumber yang melimpah, sekaligus mengajak manusia untuk tidak membuang anugerah-Nya.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Rujukan terkait (cross-references) dan hubungannya
Beberapa sambungan yang relevan secara tema:
Aplikasi praktis sekarang
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa menghargai berkat Tuhan, sekalipun tampak kecil atau tidak terlalu penting. Dalam kehidupan harian, kita diajak mengambil langkah-langkah bertanggung jawab: merencanakan penggunaan sumber daya dengan bijak, tidak membuang makanan maupun peluang, dan bersyukur atas kelimpahan yang diberikan Tuhan. Ketika kita melihat kelebihan—sekecil apa pun—biarlah itu mengingatkan kita untuk menaruh empati terhadap sesama dan mengutamakan pemanfaatan bagi pekerjaan kasih Allah di dunia.
Gagasan dari penafsir klasik yang relevan
Beberapa pandangan ringkas yang relevan dari penafsir berbahasa Perancis-Inggris era klasik menggarisbawahi bahwa tindakan pengumpulan sisaan menunjukkan disiplin rohani: pengakuan bahwa setiap pemberian Tuhan memiliki tujuan, dan manusia dipanggil mempertanggungjawabkan cara penggunaan berkat tersebut. Jika ada kutipan singkat yang jelas dari penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke, akan dicatat di bagian ini: "..."
Kutipan singkat (catatan sumber)
Jika terdapat pernyataan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang dipakai dalam edisi ini, akan dicantumkan secara singkat di atas. Saat ini, fokus utama adalah memahami konteks, makna, dan aplikasi ayat ini dalam kehidupan iman masa kini.