Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 19:1 Yohanes 19:2 Yohanes 19:3 Yohanes 19:4 Yohanes 19:5 Yohanes 19:6 Yohanes 19:7 Yohanes 19:8 Yohanes 19:9 Yohanes 19:10 Yohanes 19:11 Yohanes 19:12 Yohanes 19:13 Yohanes 19:14 Yohanes 19:15 Yohanes 19:16 Yohanes 19:17 Yohanes 19:18 Yohanes 19:19 Yohanes 19:20 Yohanes 19:21 Yohanes 19:22 Yohanes 19:23 Yohanes 19:24 Yohanes 19:25 Yohanes 19:26 Yohanes 19:27 Yohanes 19:28 Yohanes 19:29 Yohanes 19:30 Yohanes 19:31 Yohanes 19:32 Yohanes 19:33 Yohanes 19:34 Yohanes 19:35 Yohanes 19:36 Yohanes 19:37 Yohanes 19:38 Yohanes 19:39 Yohanes 19:40 Yohanes 19:41 Yohanes 19:42



Yohanes 19:27 (IDN) — “Tengoklah ibumu!”
Pada salinan Kisah penyaliban, Yohanes 19 mencatat momen krusial di mana Yesus memindahkan tanggung jawab keluarga kepada murid terdekat-Nya. Saat Kristus menanggung sengsara, Yohanes disebut sebagai murid yang paling dekat dengan-Nya. Dalam vandalisasi peristiwa ini, Yesus tidak hanya menerima penderitaan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusiawi yang penting: seorang anak memberikan tanggung jawab kepada muridnya, agar ibunya tetap terurus. Kalimat “Tengoklah ibumu!” menegaskan kasih, perhatian, dan kewajiban komunitas percaya untuk saling melayani.
Inti makna pasal
Yesus, meskipun sedang di bawah salib, memerintahkan murid-Nya untuk menjaga Maria. Ini menunjukkan bahwa kehadiran-Nya tidak menghapus kewajiban keluarga, melainkan menegaskan bahwa murid-murid-Nya adalah bagian dari keluarga umat beriman. Sejak saat itu, Yohanes menerima Maria ke dalam rumahnya sendiri, menunjukkan penerimaan komunitas percaya sebagai keluarga rohani yang saling menopang.
Tema utama
Ayat silang terkait
Beberapa rujukan relevan membantu memahami tema keluarga, tanggung jawab sosial, dan pemeliharaan Allah atas umat-Nya: - Yeremia 31:15-17 (pemulihan keluarga dan harapan anak-anak) — menguatkan gagasan bahwa hubungan keluarga tetap penting dalam rencana Allah. - Roma 12:9-13 (kebersamaan dalam komunitas iman) — menekankan kasih yang nyata, termasuk perawatan terhadap sesama anggota komunitas. - Efesus 6:1-4 (tanggung jawab orang tua dan murid-murid) — mengingatkan tanggung jawab keluarga dalam konteks iman. Penjelasan singkat: Pasal Yohanes 19:27 menekankan bahwa muliaNya mendorong murid untuk melanjutkan kasih melalui perawatan keluarga; rujukan lain menegaskan arti praktis hubungan tersebut dalam kehidupan gereja dan rumah tangga percaya.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menafsirkan “tengoklah ibumu” hari ini? Dalam komunitas gereja, kita dipanggil menjaga hubungan keluarga rohani: saling menguatkan, mendoakan, dan menyediakan tempat bagi mereka yang membutuhkan. Bagi setiap murid Kristus, hidup bukan hanya ibadah di tempat ibadah, tetapi juga cara kita membangun rumah rohani—gereja sebagai keluarga besar yang peduli terhadap orang tua, anak-anak iman, dan sesama yang rentan.
Inti penutup
Yohanes 19:27 menggabungkan karya penebusan dengan tanggung jawab sosial: di tengah penderitaan, Kristus menegaskan pentingnya keluarga rohani dan perawatan sesama umat percaya. Murid-Nya tidak hanya mengikuti ajaran-Nya, melainkan mengambil bagian dalam menjaga kasih Allah melalui orang-orang yang dipercayakan kepada mereka.
Catatan singkat tentang kutipan langsung: Beberapa ide-ide kunci berasal dari tradisi tafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke yang menyoroti tema keluarga rohani dan tanggung jawab komunitas iman. Tidak ada kutipan langsung yang diperlukan di sini karena fokusnya adalah merangkum makna pasal secara orisinal untuk pembaca Indonesia.