Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 15:1 Yohanes 15:2 Yohanes 15:3 Yohanes 15:4 Yohanes 15:5 Yohanes 15:6 Yohanes 15:7 Yohanes 15:8 Yohanes 15:9 Yohanes 15:10 Yohanes 15:11 Yohanes 15:12 Yohanes 15:13 Yohanes 15:14 Yohanes 15:15 Yohanes 15:16 Yohanes 15:17 Yohanes 15:18 Yohanes 15:19 Yohanes 15:20 Yohanes 15:21 Yohanes 15:22 Yohanes 15:23 Yohanes 15:24 Yohanes 15:25 Yohanes 15:26 Yohanes 15:27



Yohanes 15:20 (IDN) — Perkataan dan Penganiayaan
Ayat ini menempatkan murid-murid di dalam pola hubungan antara guru/tuannya dan hamba. Yesus menyatakan kebenaran yang lalu membuat mereka tidak terkejut jika mengalami perlakuan serupa dengan terhadap-Nya. “Seorang hamba tiada lebih besar daripada tuannya” menegaskan hakikat bahwa mengikuti Kristus berarti berada di bawah otoritas-Nya, dan akibatnya penganiayaan bagi-Nya juga bisa menimpa murid-murid-Nya.
Tampilan inti ayat
Ayat ini menegaskan tiga hal penting:
Makna teologis dan kata-kata kunci
“Seorang hamba tiada lebih besar daripada tuannya” mengudara sebagai prinsip mutu hubungan: murid tidak mengungguli pengajar dalam pengalaman dasar penganiayaan dan pengajaran. “menganiayakan” menampilkan realitas oposisi dunia terhadap kebenaran; sementara “menurut perkataan-Ku” menekankan pengakuan kepada ajaran Kristus sebagai norm hidup.
Hubungan dengan ayat-ayat terkait
Beberapa referensi yang relevan:
Penafsiran dari sumber renungan klasik
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menolong iman dalam menghadapi perlakuan tidak adil. Mereka menyoroti bahwa penganiayaan itu bukan karena murid gagal, melainkan bagian dari mengikuti Kristus. Jika konteks pasal Yohanes 15, konsekuensi hidup dalam persatuan dengan pokok anggur akan menimbulkan konsekuensi dunia yang menentang kebenaran.
Beberapa kutipan pendek (tanpa menyalin keseluruhan teks) yang relevan:
“Hubungan kita dengan Tuhan menuntut ketaatan dalam menghadapi oposisi dunia.”
Konteks editorial: setting pasal
Sesudah pernyataan tentang persatuan dengan anggur, Kristus menyingkap bagaimana hidup dalam kasih-Nya mengubah cara murid bertindak. Penganiayaan bukan anomali, melainkan bagian dari identitas mengikuti Kristus.
Aplikasi sekarang
Akar doa dan doa praktis
Marilah kita berdoa agar memiliki ketekunan untuk menanggung penganiayaan tanpa kehilangan kasih, sambil terus memegang ajaran-Nya sebagai pedoman hidup sehari-hari.