Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Yohanes 10:1 Yohanes 10:2 Yohanes 10:3 Yohanes 10:4 Yohanes 10:5 Yohanes 10:6 Yohanes 10:7 Yohanes 10:8 Yohanes 10:9 Yohanes 10:10 Yohanes 10:11 Yohanes 10:12 Yohanes 10:13 Yohanes 10:14 Yohanes 10:15 Yohanes 10:16 Yohanes 10:17 Yohanes 10:18 Yohanes 10:19 Yohanes 10:20 Yohanes 10:21 Yohanes 10:22 Yohanes 10:23 Yohanes 10:24 Yohanes 10:25 Yohanes 10:26 Yohanes 10:27 Yohanes 10:28 Yohanes 10:29 Yohanes 10:30 Yohanes 10:31 Yohanes 10:32 Yohanes 10:33 Yohanes 10:34 Yohanes 10:35 Yohanes 10:36 Yohanes 10:37 Yohanes 10:38 Yohanes 10:39 Yohanes 10:40 Yohanes 10:41 Yohanes 10:42



Yohanes 10:26 (IDN)
Setting segera ayat
Ayat ini berada dalam bagian dialog Yesus dengan orang Farisi dan orang-orang Yahudi yang menolak Dia sebagai Gembala yang diurapi. Sebelumnya Yesus menjelaskan bahwa Ia datang untuk memberikan hidup yang lebih berkelimpahan bagi domba-domba-Nya dan bahwa domba-domba-Nya mengenal suara-Nya. Namun, beberapa orang menolak-Nya dan tidak percaya meskipun Ia datang dengan otoritas ilahi.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa iman sejati memerlukan respons terdengar terhadap panggilan-Nya. Iman bukan sekadar informasi teologis, melainkan keikutsertaan dalam relasi dengan Kristus sebagai Gembala. Ketidakpercayaan pada ayat ini muncul dari ketidakhadiran iman yang menuntun seseorang masuk dalam bilangan domba-Nya. Allah tetap setia memanggil umat-Nya, tetapi penerimaan atau penolakan manusia bergantung pada bagaimana mereka mengenal dan merespon sang Gembala.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Ayat-ayat terkait (cross-references)
Beberapa ayat sejenis yang membantu memahami tema ini:
Rangka panduan kajian singkat
Ini ayat yang menekankan bahwa penerimaan Kristus adalah ekspresi iman yang nyata. Orang yang tidak percaya menolak karena tidak datang dalam relasi yang dipanggil-Nya. Rasul menegaskan bahwa identitas seseorang ditentukan oleh responnya terhadap panggilan-Nya sebagai Gembala yang baik.
Aplikasi masa kini
Betapapun lingkungan religius di sekitar kita, panggilan Kristus tetap relevan. Saya-dengar-Nya memanggil setiap orang untuk masuk dalam komunitas iman melalui iman kepada-Nya. Respon melalui iman membawa kita menjadi bagian dari domba-domba-Nya, hidup dalam bimbingan-Nya, dan menikmati perlindungan serta kasih-Nya setiap hari. Ketika kita merasa terdorong untuk menilai orang lain, ingatlah bahwa keselamatan berakar pada hubungan pribadi dengan Kristus, sang Gembala.
Catatan penting menurut pejelasan para komentator klasik
Penafsir gerejawi dahulu menekankan bahwa keamanan iman tergantung pada bidang relasi dengan Kristus. Matthew Henry menaukan bahwa orang yang tidak percaya tidak karena kekurangan kemampuan memahami, tetapi karena kekerasan hati yang menolak terang ilahi. Albert Barnes menegaskan bahwa iman adalah afinitas hati yang merespon suara gembala; Adam Clarke menekankan bahwa “bilangan domba-Ku” menggambarkan milik-Nya dan kepemilikan ilahi atas orang percaya. Mereka semua menekankan bahwa keselamatan bersifat pribadi, bukan abstrak.