Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42Verse
Ayub 15:1 Ayub 15:2 Ayub 15:3 Ayub 15:4 Ayub 15:5 Ayub 15:6 Ayub 15:7 Ayub 15:8 Ayub 15:9 Ayub 15:10 Ayub 15:11 Ayub 15:12 Ayub 15:13 Ayub 15:14 Ayub 15:15 Ayub 15:16 Ayub 15:17 Ayub 15:18 Ayub 15:19 Ayub 15:20 Ayub 15:21 Ayub 15:22 Ayub 15:23 Ayub 15:24 Ayub 15:25 Ayub 15:26 Ayub 15:27 Ayub 15:28 Ayub 15:29 Ayub 15:30 Ayub 15:31 Ayub 15:32 Ayub 15:33 Ayub 15:34 Ayub 15:35



Makna Langsung Ayub 15:9 (IDN)
Ayub 15:9 menanyakan dengan tegas apakah manusia mempunyai pengetahuan yang tidak Tuhan miliki, dan apakah pemahaman manusia itu sebanding dengan kebijaksanaan ilahi. Intinya, Ayub menyorot keterbatasan manusia dalam memahami misteri Allah dan keadaan dunia di mana keadilan dan penderitaan bisa saling bertabrakan.
Latar Belakang Ringkas
Buku Ayub berpusat pada pertanyaan tentang penderitaan orang benar dan keadilan Tuhan. Elifaz, sebagai salah satu teman Ayub, menekankan bahwa penderitaan menjadi tanda dosa atau kekurangan rohani. Ayub menantang pandangan itu dengan menegaskan batas pengetahuan manusia jika dibandingkan dengan kebesaran Allah.
Penafsiran dan Observasi Utama
Gagasan Tematik dalam Ayub 15:9
Pandangan Terkait Alkitab (Cross-References Ringkas)
Apa yang Praktis Kita Dapat Pelajari
1) Rendahkan hati saat menilai penderitaan sendiri maupun orang lain; 2) Hormati batas pengetahuan manusia sambil tetap berpegang pada kebenaran Alkitab tentang keadilan Tuhan; 3) Gunakan waktu berziarah dalam doa untuk memohon hikmat Allah ketika menghadapi misteri hidup.
Catatan singkat dari tokoh-tokoh penafsir publik domain (tanpa menyalin teks penuh):
Matthew Henry menyoroti bahwa manusia tidak dapat menguasai hakikat yang hanya diketahui Allah. Albert Barnes menekankan bahwa klaim penuh pengetahuan manusia sering kali menutupi ketidakmampuan memahami rancangan Allah. Adam Clarke mengingatkan bahwa pembahasan seperti ini harus dilakukan dengan kemurnian hati dan ketundukan pada otoritas Allah.
Inti keseluruhan: Ayub 15:9 menantang klaim manusia atas pengetahuan, menegaskan bahwa ada batas dalam kebijaksanaan manusia dan menuntun pembaca pada kerendahan hati sebelum misteri ilahi.