Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42Verse
Ayub 15:1 Ayub 15:2 Ayub 15:3 Ayub 15:4 Ayub 15:5 Ayub 15:6 Ayub 15:7 Ayub 15:8 Ayub 15:9 Ayub 15:10 Ayub 15:11 Ayub 15:12 Ayub 15:13 Ayub 15:14 Ayub 15:15 Ayub 15:16 Ayub 15:17 Ayub 15:18 Ayub 15:19 Ayub 15:20 Ayub 15:21 Ayub 15:22 Ayub 15:23 Ayub 15:24 Ayub 15:25 Ayub 15:26 Ayub 15:27 Ayub 15:28 Ayub 15:29 Ayub 15:30 Ayub 15:31 Ayub 15:32 Ayub 15:33 Ayub 15:34 Ayub 15:35



Inti Tafsiran: Ayub 15:18 dalam bahasa IDN
Pokok interpretasi utama pada ayat ini adalah dampak dari ajaran orang bijaksana yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ayub 15 berisi dialog antara Ayub dan Elifaz, di mana Elifaz menegaskan bahwa orang saleh tidak layak menimbulkan kesulitan besar, karena ilmu yang dimiliki para leluhur telah dipublikasikan secara luas. Ayub 15:18 menegaskan bahwa barang yang dimaklumkan oleh segala orang yang berbudi dan yang tiada disembunyikannya sebab pengajaran bapa-bapanya, mengacu pada ketaatan terhadap tradisi dan pengajaran nenek moyang sebagai bagian dari pengalaman manusia yang berbudi.
1) Konteks sastra
Ayat ini berada dalam bagian dialog yang menonjolkan perdebatan antara Yoabiqu (Ayub) dan Elifaz si Teman, yang menekankan bahwa kejahatan bukanlah hal aneh bagi manusia, tetapi Allah menilai dengan adil. Namun, ayat ini menonjolkan segi transmisi pengetahuan: ajaran leluhur diingatkan sebagai sumber kebijaksanaan manusia yang secara historis diwariskan melalui tradisi lisan dan tulis.
2) Signifikansi teologis
Secara teologis, ayat ini menegaskan dua hal: tulisan tradisi sebagai medium pengajaran moral, dan bahwa kebijaksanaan manusia pada masa itu sangat dipengaruhi oleh warisan leluhur. Namun kita juga perlu menyeimbangkan dengan penekanan Kitab Suci bahwa keselamatan dan pemahaman benar berasal dari Tuhan sendiri, bukan semata dari arsip tradisi manusia.
3) Kait Alkitabiah
Kait silang penting mencakup:
4) Pertanyaan refleksi
5) Ringkasan praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kebijaksanaan manusia sering berakar pada tradisi dan ajaran leluhur. Namun iman yang hidup menuntun kita untuk menimbang tradisi itu di bawah kedaulatan Tuhan. Jangan menolak seluruh warisan kebijaksanaan; pelajarilah dengan hikmat, uji dengan firman Tuhan, dan temukan bagaimana instruksi leluhur dapat mengarahkan pada hidup yang benar di dalam Kristus.
Cross-references (hubungan singkat)
Beberapa rujukan membantu memahami tema ini secara luas:
Catatan kutipan langsung dari tokoh-tokoh PD Jaman lama: tidak ada kutipan langsung yang tersedia dalam teks Ayub 15:18 dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan untuk bagian ini. Ringkasan berikut menyajikan pandangan umum para komentator publik domain secara singkat tanpa menyalin teks panjang mereka.
Penutup: Ayub 15:18 menonjolkan peran tradisi dalam pengajaran kebijaksanaan manusia. Kunci adalah menilai tradisi itu melalui kebenaran Allah dan iman kepada-Nya, sehingga kita tidak terjebak pada kesombongan tradisional tetapi tetap terbuka pada pembaruan ilahi melalui hubungan dengan Tuhan.