Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Interpretive Point
Pada Yesaya 48:21, fokus utama adalah pernyataan pemeliharaan Allah yang ajaib terhadap umat-Nya. Meski bangsa ini sering hardik karena ketidaksetiaan, Allah tetap memimpin mereka melewati padang belantara dengan menampakkan keperkasaan-Nya: air dari batu, bukit yang dibelah. Ayat ini menegaskan kedaulatan Allah yang menolong secara supra-natural, menunjukkan bahwa pertemuan-Nya dengan umat-Nya tidak bergantung pada jalan manusia, melainkan pada kuasa-Nya yang penuh belas kasihan.
Latar sastra dan konteks sanubari kitab Yesaya
Ayat ini berada dalam bagian nubuat yang menekankan pemulihan dan kehadiran Allah bagi bangsa yang telah lama tersesat. Gambaran air yang keluar dari batu menautkan kepada kisah Israel di padang gurun, dimana Allah menyediakan kebutuhan dasar secara istimewa. Dalam konteks ini, janji pemeliharaan Allah meneguhkan bahwa pilihan-Nya tidak bergantung pada kelayakan manusia, melainkan kemurahan hati-Nya yang membuka jalan bagi hidup baru.
Penafsiran teologis
Allah menjadi Penunjang hidup yang nyata untuk umat-Nya. Ketika tidak ada jalan, Dia menyediakan jalan; ketika tidak ada sumber, Dia membangkitkan sumber yang tidak terduga. Peristiwa air dari batu mencerminkan penyediaan rohani: darimana pun umat berjalan, kasih-Nya menjadi sumber kehidupan yang memuaskan. Ini juga menandakan ketaatan Allah pada janji-Nya dan kesanggupan-Nya untuk menuntun dengan kuasa-Nya sendiri—bukan karena kepandaian manusia, melainkan karena kasih setia-Nya.
Rujukan lintas Alkitab yang relevan
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Yesaya 48:21 menegaskan bahwa Allah yang berkuasa tidak meninggalkan umat-Nya dalam kondisi terpojok. Ia memimpin mereka keluar dari tempat sunyi melalui tindakan-perbuatan ajaib—air yang mengalir dari batu—sebagai bukti nyata pemeliharaan-Nya. Marilah kita melihat pemeliharaan-Nya sebagai panggilan untuk percaya lebih dalam, meski situasi tampak tak bersahabat.
Catatan editorial tentang kutipan para komentator klasik
Tidak ada kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bentuk ucap terkini di atas. Namun, ringkasan pandangan mereka secara umum sejalan dengan gambaran pemeliharaan ilahi yang luar biasa dan penyediaan kebutuhan umat-Nya melalui kuasa-Nya. Jika diperlukan, dapat dikaitkan dengan gaya penafsiran mereka yang menekankan kedaulatan Allah, kesetiaan janji-Nya, dan karya pembaruan rohani.