Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Yesaya 48:13 (IDN) – Ringkasan Makna
Makna utama ayat ini menegaskan bahwa Allah berdaulat atas seluruh ciptaan; dengan kekuatan-Nya, Dia telah menata bumi dan langit, dan pada saat-Nya Dia memanggil umat-Nya agar mereka hadir di hadirat-Nya. Ayat ini menekankan otoritas ilahi yang melampaui manusia, sekaligus menyiratkan ajakan untuk mengenali karya-Nya dalam sejarah Israel.
Latar Belakang Konteks
Yesaya menulis pada masa mendesaknya umat Allah karena pengasingan dan tantangan dari bangsa-bangsa lain. Ayat-ayat awal pasal 48 menegaskan bahwa Israel tidak terletak di bawah dewa-dewa buatan manusia, melainkan di bawah kendali langit yang telah dilaksanakan Allah sendiri. Dalam konteks ini, Tuhan menegaskan kekuasaan kreatif-Nya atas bumi dan langit sebagai landasan bagi janji-janji-Nya kepada umat-Nya yang setia.
Observasi Interpretatif
Gagasan Kunci
Rujukan silang yang Relevan
Interpretasi Praktis yang Ringan
Penghayatan iman hari ini bisa merespons dengan ketenangan hati: tidak ada yang terjadi di luar kendali Allah. Dalam situasi kebingungan atau bahaya, kita diajak mempercayai bahwa Allah memegang kendali atas segala sesuatu dan memanggil kita untuk mendekat dalam ibadah dan ketulusan hati. Jawaban rohani atas karya-Nya adalah ketaatan yang penuh kepercayaan.
Refleksi Singkat ala Tokoh-Tokoh Mahadasa (ringkas)
Beberapa tokoh penafsir berkomentar bahwa bahasa kontekstual ini menekankan kejelasan hakiki bahwa Israel tidak bisa mempercayai dewa-dewa buatan—ajaran bahwa hanya Allah yang berdaulat atas bumi. Catatan ringkas: pernyataan kekuasaan ini menuntun umat pada ketaatan yang hidup dan pengakuan atas karya pemeliharaan-Nya.
Kutipan Singkat yang Stabil (oleh tokoh terdahulu yang relevan)
Beberapa bagian dari karya tafsir publik domain yang relevan menekankan bahwa “tangan-Nya mengatur bumi” adalah gambaran kuasa absolut Allah; pernyataan ini sering dipakai untuk meneguhkan kepercayaan bahwa Allah memanggil umat-Nya dalam rencana-Nya yang besar. (Kutipan pendek dari tafsir publik domain terkait tidak menampilkan teks lengkap di sini; menampilkan ide umum).
Penutup Ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa Allah sang Pencipta tidak hanya melukis garis-garis besar alam semesta, tetapi juga memanggil manusia untuk hidup dalam persekutuan dengan-Nya. Respons iman adalah kehadiran yang nyata dalam ketaatan, karena pemanggilan-Nya itu berakar pada kasih-Nya yang bertahan lama.