Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Yesaya 32:20 (IDN) — Ringkasan dan Renungan
Pada bagian Yesaya 32, nabi menubuhkan gambar tentang masa depan di mana kepemimpinan yang adil dan damai akan memulihkan kemakmuran bangsa. Ayat 20, secara khusus, menggambarkan berkat dari kelimpahan sumber daya yang memungkinkan umat Tuhan menabur di tepi air dan mengarahkan hewan-hewannya ke tempat itu. Gambaran ini memadukan kemakmuran, kebebasan bergerak, dan perlindungan berkat Allah bagi pekerjaan manusia yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum.
Inti makna ayat
Ayat ini menonjolkan kesejahteraan praktis yang lahir dari persediaan air yang cukup dan jalan yang aman bagi ternak. Keberanian menabur di tepi air menandakan kepercayaan pada pasokan berkelanjutan dan pada kemampuan untuk menjalankan kerja sama antara manusia dengan hewan sebagai bagian dari ekonomi tanah yang diberkati Tuhan. Pada konteks Yesaya, hal ini juga mengindikasikan masa damai di mana otoritas yang adil memfasilitasi kemakmuran tanpa ancaman atau perilaku penindasan.
Tema-tema utama
Rangkaian nubuat dan rujukan terkait
Dalam konteks kitab Yesaya, bagian ini beresonansi dengan janji-janji Allah atas pemulihan alam dan kesejahteraan sosial bagi umat-Nya. Hubungan dengan ayat-ayat terkait menekankan pentingnya kepercayaan kepada Tuhan dalam mengelola sumber daya maupun pekerjaan. Beberapa rujukan lintas yang relevan:
Penjelasan singkat: rujukan-rujukan ini memperlihatkan bagaimana Allah menyediakan kelimpahan sumber daya, memulihkan habitat, dan mengarahkan umat menuju kehidupan yang berkelimpahan dalam damai-Nya.
Renungan praktis
Ayat ini menantang kita untuk melihat pekerjaan kita sebagai bagian dari rencana Allah yang lebih besar: menabur dalam kebenaran di tempat yang tepat, memanfaatkan sumber daya dengan tanggung jawab, dan mempercayai perlindungan Ilahi agar usaha kita tidak sia-sia. Dalam konteks rohani, hal ini juga mengajak kita untuk menilai bagaimana kita menghormati Tuhan melalui kerja dan kepedulian terhadap sesama dalam hal keadilan sosial dan kesejahteraan komunitas.
Ringkasan penutup
Yesaya 32:20 mengundang kita melihat masa depan ketika damai memampukan umat Tuhan membuat kemajuan dengan kerja yang layak dan bertanggung jawab. Allah menyediakan air—simbol pemeliharaan-Nya—dan kita dipanggil untuk menabur serta mengarahkan usaha dengan kepercayaan bahwa Tuhan melindungi serta memberkati pekerjaan kita.
Kata-kata dari para penafsir terdahulu (kutipan singkat)
Beberapa gagasan yang sejalan dengan pandangan klasik menekankan kelimpahan dan perlindungan Allah atas pekerjaan manusia. Quotation note: tidak ada kutipan panjang langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang disertakan secara eksplisit dalam teks ini; namun esensi komentar-komentar publik domain yang sejalan adalah menguatkan makna damai, kemakmuran, dan kepercayaan kepada Allah dalam pekerjaan.