Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Tafsiran Singkat atas Yesaya 26:20 (IDN)
Dalam konteks kitab Yesaya, pasal 26 berisi doa umat Allah bagi perlindungan dan kepercayaan kepada Tuhan di tengah-tengah ancaman. Ayat 20 mengarahkan umat untuk berdiam diri, bersekat, dan menutup pintu dari dalam, sebagai langkah perlindungan saat murka ilahi sedang dinyatakan. Makna inti adalah perpaduan antara sikap takut akan Tuhan, iman kepada perlindungan-Nya, dan kebutuhan akan privasi rohani agar jiwa tenang di tengah badai. Umat dipanggil tidak mencari jalan keluar dengan kekerasan, melainkan mengandalkan ketenangan yang diberikan Tuhan sampai murka-Nya berlalu.
Makna Sentral
Ayat ini menekankan respons umat terhadap murka Tuhan: bertahan dalam perlindungan ilahi sambil menunggu pemulihan. Perintah “pergilah kamu, hai segala umat-Ku” menegaskan identitas umat Allah yang berada di bawah penjagaan-Nya. Tempat “bilikmu bersekat” dan pintu yang “kancingkanlah pintu dari belakangmu” melambangkan perlindungan pribadi dan raga rohani yang tenang—membatasi gangguan luar dan fokus pada kehadiran Tuhan sendiri. Ini bukan ajakan melarikan diri secara fisik, melainkan memilih suasana batin yang hening di hadapan-Nya hingga masa murka berlalu.
dua sampai tiga tema penting
Ayat terkait
Beberapa ayat yang sejalan dalam tema perlindungan dan ketenangan di hadapan Tuhan antara lain:
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini menegaskan pola batin yang sama—menyerahkan diri pada perlindungan Tuhan dan menanti pemulihan-Nya dengan iman yang tenang.
Refleksi praktis
Penutup singkat
Yesaya 26:20 mengingatkan kita bahwa dalam masa murka Tuhan, umat dipanggil untuk berdiam diri dalam perlindungan-Nya, menutup pintu dunia luar, dan menunggu karya Tuhan berlangsung. Perilaku ini bukan pasif, melainkan tindakan iman yang menempatkan Allah sebagai pusat ketenangan dan pengharapan.
Cuplikan kata para komentator terdahulu
“Diamlah, dan ketahuilah bahwa Aku Allah.” (parafrase ringkas, sejalan dengan tema ketenangan dalam hadirat Tuhan; referensi umum dari karya-karya para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyentuh gagasan perlindungan ilahi dalam masa krisis). Kalimat langsung spesifik yang muncul dalam kutipan ringkas tidak disertakan di sini untuk menjaga keakuratan teks asli tanpa mengutip panjang.