Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Makna Ayat
Yesaya 26:14 menegaskan bahwa bagi mereka yang telah mati, hidup mereka telah selesai. Setelah mangkat, mereka tidak bangkit lagi, dan pada kedatangan tulah Tuhan mereka tidak mendapat pembalasan atau pemulihan. Ayat ini menyoroti kekuasaan Tuhan atas hidup dan kematian, serta kepastian akhir dari orang-orang yang menentang-Nya.
Latar Kontekstual
Yesaya pasal 26 berfungsi sebagai nyanyian pengharapan bagi umat Allah di tengah ancaman musuh dan kompleksitas situasi sosial–politik Israel pada zaman nabi. Prosa lirik di bagian ini menekankan kepercayaan bahwa Allah yang benar berdaulat atas masa depan, sementara penentang-Nya menghadapi konsekuensi ilahi. Ayat 14 muncul sebagai bagian dari pernyataan realitas: kematian tidak memberi peluang kebangkitan bagi mereka yang menindas dan menolak Tuhan; bagi umat Allah, janji pembebasan dan pemulihan tetap menjadi fokus utama.
Pengamatan Tafsir
Rangkaian Contoh Lanjutan
— Kaitan dengan nubuat kematian dan kebangkitan dalam kitab Yesaya menunjukkan bahwa pembunuhan dan penghinaan manusia tidak akan mengubah rencana Tuhan dalam akhir zaman. Cross-reference concept membantu pembaca melihat bagaimana kematian musuh Allah digambarkan sebagai kekalahan final, contrasted dengan harapan bagi umat percaya.
Referensi silang yang relevan
Penutup dan Aplikasi Praktis
Ayah budi percaya bahwa kekuasaan Allah tetap teguh di atas segala tulah dan kematian. Ayat ini mengingatkan kita bahwa menentang Tuhan membawa konsekuensi serius, sementara bagi mereka yang berpegang kepada-Nya, masa depan dibentuk oleh kasih dan kemuliaan-Nya. Ketaatan dan iman kepada Allah menjadi respons utama ketika menghadapi kenyataan hidup yang berat.