Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66


Yesaya 21:15 dalam Konteks Nubuat terhadap Bangsa-bangsa
Ayat ini berada dalam rangka nubuat yang menggambarkan gangguan dan ketakutan yang melanda wilayah-wilayah seberang gurun, terutama sekitar perbatasan Mesir dan wilayah gurun. Ada nuansa peperangan yang masih tertahan namun bergegas menuju pelarian. Dalam konteks kitab Yesaya, pesan ini menyingkap bagaimana Allah memakai penguasa bangsa yang menindas untuk akhirnya menegaskan kedaulatan-Nya, sambil mengungkapkan ketidakstabilan manusia di bawah ancaman perang.
Makna utama ayat
“Karena mereka itu lari dari pada pedang yang terhunus, dan dari pada busur yang terbentang, dan dari pada kesangatan peperangan.”
Ayat ini menggambarkan respons manusia terhadap bahaya: pelarian dan ketakutan. Mereka yang seharusnya menjaga wilayahnya menyerahkan diri pada serangan, tidak bersiap menghadapi kekuatan yang lebih besar. Dalam hal ini, nubuat Yesaya menekankan realitas bahwa kemerdekaan dan keamanan manusia tidak bisa diandalkan sepenuhnya; hanya Allah saja yang memiliki kekuatan untuk menenangkan badai dan menegakkan keadaan.
Tiga tema utama
Hubungan dengan bagian-bagian lain Alkitab
Beberapa referensi silang yang relevan:
Penekanan pada tema-tema ini membantu pembaca memahami bahwa pelarian sebagai respons alami bisa menjadi bagian dari kenyataan hidup, tetapi iman kepada Tuhan menuntun pada ketetapan kehendak-Nya yang lebih besar.
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons ancaman atau ketidakpastian saat ini? Ayat ini mengingatkan agar tidak menaruh kepercayaan berlebihan pada perlengkapan duniawi maupun kekuatan manusia. Kita diajak untuk berdoa, memohon hikmat, dan berjalan dalam ketetapan Tuhan. Ketika ketakutan muncul, kita bisa mengingat bahwa keselamatan kita tetap berada di dalam kasih dan kedaulatan Allah, bukan dalam kekuatan senjata atau kekayaan materi.
Ringkasan singkat
Yesaya 21:15 menyoroti realitas pelarian di tengah bahaya perang sebagai cermin keterbatasan keamanan buatan manusia. Nubuat ini menuntun umat untuk mengalihkan harapan kepada Allah yang berdaulat atas segala rencana dunia, sehingga iman dan ketundukan kepada-Nya menjadi landasan menghadapi gejolak sejarah.
Kutipan singkat dari tokoh komentar berbahasa Inggris (bila relevan)
Beberapa komentator publik domain yang relevan antara lain: Adam Clarke, Albert Barnes, dan Matthew Henry. Applicative insight menekankan bahwa ayat ini menyoroti kebingungan manusia ketika dihadapkan pada perang; umat dipanggil untuk mencari perlindungan di bawah naungan Tuhan. Catatan: kutipan langsung ditampilkan hanya jika tersedia dalam teks sumber domain publik.