Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Inti Penafsiran Utama
Pahamilah Yesaya 18:7 sebagai naskah nubuat yang menggambarkan respons ibadah dari bangsa-bangsa gentiles yang akhirnya datang ke Yerusalem dengan persembahan kepada Tuhan semesta alam. Ayat ini menujukkan bahwa tujuan ilahi bagi bangsa-bangsa adalah menyerahkan diri dalam penyembahan kepada Tuhan, meskipun mereka berasal dari latar belakang yang jauh dan berbeda. Dengan demikian, nubuat ini menekankan pemulihan hubungan antara bangsa-bangsa dan penyembahan kepada Zakharia, yaitu bukit Sion sebagai pusat ibadah yang menyatukan umat berbagai latar belakang di bawah pemerintahan Tuhan.
konteks sastra
Yesaya 18 berada dalam bagian nubuat nubuat singkat yang menggambarkan bangsa Etiopia sebagai bangsa panjang lampai (penyebutan tentang orang dari jauh) yang berangkat membawa persembahan kepada Tuhan. Visi ini menegaskan bahwa pekerjaan Tuhan tidak terbatas pada Israel saja, melainkan juga melibatkan bangsa-bangsa dari berbagai tanah. Gambaran "tanahnya diliputi air sungai" menekankan wilayah yang luas dan dinamis, menggambarkan komunitas yang memiliki beragam adat istiadat namun diundang untuk menghormati Tuhan semesta alam di bukit Sion.
makna teologis
Yang menonjol adalah tema penyatuan ibadah: persembahan dari bangsa-bangsa yang panjang lampai diserahkan kepada Tuhan di Yerusalem, menandai fanarsiran nubuatan Mesias yang membuka akses bagi semua bangsa. Ayat ini menggarisbawahi bahwa ibadah sejati tidak terbatas pada satu bangsa, melainkan menyiratkan tujuan surga untuk menarik semua umat kepada satu penyembahan kepada Allah Yahweh di gunung-Nya yang suci.
hubungan silang-skripural
pertanyaan refleksi
kunci kesimpulan
Yesaya 18:7 menggarisbawahi panggilan Tuhan terhadap seluruh bangsa untuk datang dalam penyembahan kepada-Nya di Yerusalem-Nya, simbolik bagi kehadiran-Nya yang menyatukan umat dari berbagai latar belakang. Ayat ini menguatkan harapan bahwa ibadah sejati bersifat inklusif, menjangkau semua bangsa yang datang dengan persembahan hati, bukan sekadar kewajiban ritual.
kutipan singkat dari penafsir terkemuka
Albert Barnes menekankan bahwa nubuat ini menyoroti tujuan Tuhan yang meliputi semua bangsa melalui penyembahan yang ikhlas; Adam Clarke menekankan bahwa persembahan gentiles ini menunjukkan dimulainya era dimana Sion menjadi pusat ibadah bagi semua umat. Jika ada kutipan langsung, berikut adalah bagian inti: "persembahan oleh bangsa-bangsa" menandai panggilan universal menuju penyembahan, bukan sekadar milik bangsa tertentu. (Ringkasan dari karya Barnes dan Clarke; tidak menyalin teks panjang.)
rujukan silang singkat
Yesaya 2:2–3 — bukit Tuhan akan menjadi pusat ibadah bagi bangsa-bangsa; Mazmur 22:27 — semua ujung bumi akan berseru kepada Tuhan; Efesus 2:11–22 — gereja sebagai satu umat dalam Kristus tanpa batas etnis. Penjelasan singkat: ketiganya menekankan proses pemulihan hubungan antara bangsa dengan Allah melalui penyembahan yang bersatu dalam Kristus.