Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 6:3 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 6:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikianlah kita berbuat kelak, jikalau diizinkan Allah.
Ibrani 6:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 6:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kisah Para Rasul 18:21 (IDN) »
melainkan sambil meminta diri ia berkata, "Insya Allah aku akan kembali kepadamu." Lalu berlayarlah ia dari Epesus.

1 Korintus 16:7 (IDN) »
Maka kali ini aku tiada mau singgah sahaja kepadamu, melainkan aku harap hendak tinggal beberapa lamanya serta kamu, jikalau diizinkan Tuhan.

Roma 15:32 (IDN) »
dan supaya aku boleh, jikalau dengan kehendak Allah, mendapatkan kamu dengan sukacita, beristirahat bersama-sama dengan kamu.
Iman dan Pelaksanaan Tinjau Ulang Ibrani 6:3
Dengan bahasa singkat: kita berbuat kelak jika diizinkan Allah. Ayat ini menyoroti dua hal: keinginan untuk melangkah lebih dalam dalam iman, dan ketergantungan pada rencana Allah untuk mewujudkan kemajuan rohani kita.
Pengenlan Konteks
Surat Ibrani secara umum menyejajarkan iman percaya pada Kristus dengan hadiah keselamatan yang lebih sempurna daripada sistem hukum lama. Ibrani 6 berpendar pada panggilan untuk bertumbuh dalam pengharapan, sekaligus memberikan peringatan agar tidak berpaling dari kasih karunia Allah. Ayat ini muncul dalam bagian yang menegaskan kematangan rohani: kita telah menerima pengajaran yang mendalam, dan langkah selanjutnya bergantung pada kehendak Allah.
Interpretasi Singkat
Frasa "Demikianlah kita berbuat kelak, jikalau diizinkan Allah" menekankan dua komponen utama: keinginan manusia untuk maju dalam iman, dan kedaulatan Allah yang menentukan waktu serta cara pemenuhannya. Ahli tafsir menggarisbawahi bahwa ini bukan ajakan tidak bertanggung jawab, melainkan penegasan bahwa pertumbuhan rohani harus selaras dengan kehendak Tuhan. Amanatnya adalah kesediaan kita untuk melangkah ketika Tuhan membuka pintu dan memberi kemampuan untuk melakukannya.
Catatan Interpretatif Singkat
Catatan silang (cross-references)
- Ibrani 5:14: menekankan pertumbuhan rohani melalui latihan (latihan indera rohani untuk membedakan yang baik dan yang buruk).
Penjelasan singkat: peningkatan kedewasaan iman menghubungkan pengetahuan rohani dengan tindakan praktis; ini relevan dengan ayat 6:3 yang menegaskan kesiapan bertumbuh jika Tuhan mengizinkan.
- Roma 8:28: Allah bekerja dalam semua perkara untuk kebaikan orang-orang yang mengasihi Dia.
Penjelasan singkat: menenangkan hati bahwa kelanjutan iman berkaitan dengan rencana ilahi secara luas, meskipun jalan mungkin penuh tantangan.
- Efesus 4:13: sampai kita semua mencapai kematangan iman.
Penjelasan singkat: dorongan alkitabiah untuk pertumbuhan bersama jemaat, selaras dengan ide di Ibrani 6:3 tentang kelanjutan dalam rencana Allah.
Nuansa praktis yang terarah
Rangkuman dengan kesan dari tokoh tafsiran terdahulu
Para komentator publik domain terdapat pendapat serupa: langkah pertumbuhan rohani itu sejajar dengan kehendak ilahi. Adam Clarke menekankan bahwa penguatan iman bukan hasil usaha semata, melainkan respons yang dipakai Allah ketika Dia membuka jalan. Matthew Henry menyoroti perlunya kehendak kita selaras dengan kasih karunia. Albert Barnes menekankan bahwa ayat ini menegaskan kesediaan manusia untuk memanfaatkan kesempatan pertumbuhan ketika Tuhan memudahkan jalan.
Quotable catatan singkat: tidak ada kutipan teks panjang dari mereka di sini, tetapi nuansa mereka menekankan keseimbangan antara keinginan manusia untuk bertumbuh dan kedaulatan Allah dalam memperlengkapi dan membuka pintu pertumbuhan.