Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 15:1 Kejadian 15:2 Kejadian 15:3 Kejadian 15:4 Kejadian 15:5 Kejadian 15:6 Kejadian 15:7 Kejadian 15:8 Kejadian 15:9 Kejadian 15:10 Kejadian 15:11 Kejadian 15:12 Kejadian 15:13 Kejadian 15:14 Kejadian 15:15 Kejadian 15:16 Kejadian 15:17 Kejadian 15:18 Kejadian 15:19 Kejadian 15:20 Kejadian 15:21



Kejadian 15:16 (IDN): Impian tentang Tanah Perjanjian dan Waktu Keadilan Allah
Konteks segera ayat ini berada dalam dialog antara Allah dan Abram. Allah telah menjanjikan keturunan Abram yang banyak dan tanah bagi mereka. Namun, janji itu tidak segera terpenuhi; ada periode menunggu yang berlangsung hingga tujuan Allah akan terlaksana tepat pada waktu-Nya. Dalam pasal ini, Abram diperlihatkan menerima pewahyuan bahwa masa depan bangsanya akan mengalami penundaan tertentu dan ujian iman, sambil tetap duduk pada janji-Nya.
Makna utama teks dan apa yang diungkapkan tentang Allah serta iman
Ayat 16 menegaskan bahwa waktu Allah penuh perhitungan: kejahatan bangsa Amori baru akan lengkap pada masanya, lalu keturunan Abram akan menerima tanah sebagai bagiannya. Poin ini mengajarkan bahwa Allah adalah Tuhan waktu dan keadilan. Iman Abram teruji bukan oleh kepastian segera, melainkan dengan kepercayaan bahwa Allah menjaga janji-Nya meski rencana-Nya tidak selalu selaras dengan ritme manusia. Ketekunan dalam menunggu menjadi bagian penting dari pengakuan imannya kepada Allah yang berkuasa menggenapi janji-Nya pada saat yang tepat.
Kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa catatan alkitabiah yang memperkaya pemahaman ini:
Pemahaman dari para ahli berbahasa Perjanjian Lama (ringkas)
Para penafsir berwawancara rajin dalam sumber-sumber lama menekankan bahwa janji Allah tidak dibatalkan karena waktu pemenuhannya dinilai adil dan tepat. Mereka mengingatkan bahwa iman Abram menimbang ketidakpastian manusia dengan kepastian Allah yang setia, dan bahwa ujian waktu merupakan bagian dari pembentukan karakter iman.
Penerapan praktis untuk masa kini
Dengan demikian, Kejadian 15:16 mengingatkan kita bahwa iman yang berakar pada kepercayaan terhadap Allah tidak gugup dalam menunggu, melainkan menyalakan harapan bahwa Allah—yang menimbang kejahatan dengan keadilan—pasti menyelesaikan janji-Nya pada saat yang tepat.