Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50



Inti interpretatif: Kebejatan penduduk Sodom dan kebutuhan penyeimbangan antara hak keadilan Allah dan panggilan hidup saleh
Kejadian 13:13 menegaskan tingkat kejahatan yang menguasai kota Sodom pada masa itu. Ayat ini menyoroti realitas moral yang ekstrem di hadapan Allah, menyiapkan konteks bagi pemisahan Abram dan Lot serta keputusan moral yang mereka buat kemudian. Dalam satu garis besar, teks ini mengingatkan pembaca bahwa kerapuhan moral suatu komunitas memiliki dampak rohani dan sosial yang serius di mata Tuhan.
Latar sastra dan konteks naratif
Pisahkan narasi peristiwa ketika Abram dan Lot memisahkan diri karena tanah yang terlalu sempit bagi keduanya. Ayat ini muncul sebagai penilaian singkat tentang keadaan penduduk kota-kota sekitar Lembah sungai Jordan, khususnya Sodom, yang gambarnya dipekatkan sebagai tempat yang "orang jahat" dan "berdosa terlalu sangat" di hadapan Allah. Deskripsi ini bukan sekadar catatan fakta, melainkan penempatan moral yang mempengaruhi bagaimana pembaca memahami konflik antara janji Tuhan kepada Abram dan realitas dunia di mana Abram tinggal beberapa saat sebelumnya.
Penekanan teologis
Apa artinya kalimat bahwa penduduk Sodom “orang jahat adanya” dan “orang berdosa terlalu sangat”? Secara teologis, teks menegaskan bahwa tindakan manusia tidak berjalan terpisah dari hadirat Allah. Ketika umat melenceng dari standar moral Tuhan, konsekuensinya menjadi jelas bagi komunitas dan individu. Pada tingkat iman, ayat ini menyiapkan panggung bagi penyataan mujizat Tuhan di kemudian hari—yaitu pembasmian kota, sebagai bagian penanggungjawaban ilahi terhadap kejahatan yang meluas.
Kait-kait teos biblik
Makna teologis dan etika praktis
Gambaran singkat tentang Sodom menuntun pembaca untuk mempertimbangkan dua hal utama: integritas pribadi di hadapan Allah dan tanggung jawab komunitas terhadap pembentukan karakter anggotanya. Ayat ini mengingatkan bahwa kebijakan, kebiasaan, dan kemauan untuk hidup tanpa takut akan Allah membawa konsekuensi moral yang luas, meskipun hal itu tidak selalu terlihat secara langsung bagi setiap individu. Namun, ingatan akan kejahatan besar di Sodom juga mengundang iman untuk berharap pada belas kasihan Allah yang berdaulat.
Renungan lintas Alkitab
Beberapa rujukan lintas membantu menegaskan tema keadilan dan belas kasihan: Allah mendapati kota-kota yang rusak secara moral, tetapi juga memperlihatkan kesabaran-Nya sebelum tindakan tegas. Perjanjian Allah dengan Abram menegaskan bahwa panggilan ilahi mengundang respons iman, meski rintangan moral di sekitar tampak berat.
Pertanyaan refleksi
Penutup singkat
Ayat ini mengarahkan pandangan kita ke kebutuhan menjaga integritas pribadi sambil menyadari keadilan ilahi terhadap kebobrokan komunitas. Dalam konteks Abram dan Lot, kita melihat bagaimana fokus iman individu, ketika ditopang oleh kesiapan Allah untuk menegakkan hak-Nya, membentuk langkah-langkah berikutnya dalam narasi keselamatan.
Kutipan singkat para penafsir klasik (sekadar potongan relevan)
Catatan-catatan para penafsir publik-domain yang relevan: Matthew Henry menekankan bahwa keadilan Allah menuntut respons manusia terhadap kejahatan; Albert Barnes menyoroti keseimbangan antara belas kasihan dan keadilan ilahi; Adam Clarke menambah konteks moralitas komunitas di zaman tersebut. (Catatan: kutipan penuh tidak disertakan di sini jika tidak ada teks lengkap yang relevan; kutipan singkat berikut ini mencerminkan gaya umum mereka: “kejahatan menuntut tindakan Tuhan”; “belas kasihan Allah tidak menghapus keadilan-Nya.”)
Referensi silang singkat
Berikut beberapa rujukan pembacaan terkait: Kejadian 18–19 (dialog dan pembasmian Sodom), Kejadian 15 (iman Abram sebagai kebenaran), Roma 14–15 (pertimbangan tanggung jawab moral komunitas dalam iman).