Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 11:1 Kejadian 11:2 Kejadian 11:3 Kejadian 11:4 Kejadian 11:5 Kejadian 11:6 Kejadian 11:7 Kejadian 11:8 Kejadian 11:9 Kejadian 11:10 Kejadian 11:11 Kejadian 11:12 Kejadian 11:13 Kejadian 11:14 Kejadian 11:15 Kejadian 11:16 Kejadian 11:17 Kejadian 11:18 Kejadian 11:19 Kejadian 11:20 Kejadian 11:21 Kejadian 11:22 Kejadian 11:23 Kejadian 11:24 Kejadian 11:25 Kejadian 11:26 Kejadian 11:27 Kejadian 11:28 Kejadian 11:29 Kejadian 11:30 Kejadian 11:31 Kejadian 11:32



Pemaknaan Inti Versi: Kejadian 11:29
Inti utama ayat ini menegaskan bahwa Abram ( Abraham ) dan Nahor beristri, memperluas narasi keluarga terpilih yang akan menjadi jalur berkat bagi bangsa-bangsa. Dalam satu kalimat singkat, tersirat pemilihan Allah melalui garis keturunan tertentu untuk melanjutkan rencana-Nya meskipun fokusnya pada komunitas keluarga, bukan individu tunggal.
Konteks sastra
Kejadian pasal 11 memperlihatkan peralihan dari pembangunan menara Babel menuju pembentukan bangsa Israel melalui garis Abram. Ayat ini menandai kesinambungan silsilah—Abram dan Nahor menikah; istri Abram adalah Sarai, istri Nahor adalah Milka, yang keduanya berasal dari Haran. Penonjolan asal-usul Haran menyiapkan panggung genealogis yang kelak mengarahkan pewahyuan lebih lanjut mengenai keturunan yang akan menjadi umat pilihan Allah.
Makna teologis
Penyesuaian diri manusia terhadap rencana Allah tidak lepas dari realitas keluarga. Allah memilih melalui hubungan keluarga untuk membentuk bangsa yang akan memberitakan berkat kepada seluruh bangsa. Peristiwa ini menegaskan bahwa rencana keselamatan Allah tidak tergantung pada satu tokoh tunggal saja pada saat itu, melainkan melalui jaringan keturunan yang dipakai-Nya untuk tujuan-Nya.
Pemikiran dari tokoh berpengaruh (ringkas)
Beberapa komentator pustaka publik domain memberikan wawasan bertumpu pada teks ini:
Hubungan dengan bagian lain Kitab Suci
Cross-references (ringkas):
Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa pemilihan Allah beralih dari generasi ke generasi melalui ikatan keluarga, menjaga keberlanjutan janji-Nya kepada Abram yang akan menjadi pemuka bangsa pilihan.
Pertanyaan untuk direnungkan
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bagaimana rencana Allah berlanjut melalui garis keturunan Abram dan Nahor. Perubahan fokus dari manusia pada pembangunan diri menjadi pewarisan berkat melalui keluarga menunjukkan bahwa Allah bekerja dalam narasi historis umat-Nya, melahirkan bangsa melalui ikatan pernikahan dan pewarisan keturunan yang akan membawa berkat kepada semua bangsa.