Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yehezkiel 1 Yehezkiel 2 Yehezkiel 3 Yehezkiel 4 Yehezkiel 5 Yehezkiel 6 Yehezkiel 7 Yehezkiel 8 Yehezkiel 9 Yehezkiel 10 Yehezkiel 11 Yehezkiel 12 Yehezkiel 13 Yehezkiel 14 Yehezkiel 15 Yehezkiel 16 Yehezkiel 17 Yehezkiel 18 Yehezkiel 19 Yehezkiel 20 Yehezkiel 21 Yehezkiel 22 Yehezkiel 23 Yehezkiel 24 Yehezkiel 25 Yehezkiel 26 Yehezkiel 27 Yehezkiel 28 Yehezkiel 29 Yehezkiel 30 Yehezkiel 31 Yehezkiel 32 Yehezkiel 33 Yehezkiel 34 Yehezkiel 35 Yehezkiel 36 Yehezkiel 37 Yehezkiel 38 Yehezkiel 39 Yehezkiel 40 Yehezkiel 41 Yehezkiel 42 Yehezkiel 43 Yehezkiel 44 Yehezkiel 45 Yehezkiel 46 Yehezkiel 47 Yehezkiel 48Verse
Yehezkiel 14:1 Yehezkiel 14:2 Yehezkiel 14:3 Yehezkiel 14:4 Yehezkiel 14:5 Yehezkiel 14:6 Yehezkiel 14:7 Yehezkiel 14:8 Yehezkiel 14:9 Yehezkiel 14:10 Yehezkiel 14:11 Yehezkiel 14:12 Yehezkiel 14:13 Yehezkiel 14:14 Yehezkiel 14:15 Yehezkiel 14:16 Yehezkiel 14:17 Yehezkiel 14:18 Yehezkiel 14:19 Yehezkiel 14:20 Yehezkiel 14:21 Yehezkiel 14:22 Yehezkiel 14:23



Inti Interpretatif: Ketegasan Allah terhadap Nabi yang Menyesatkan
Ayat Yehezkiel 14:9 menegaskan bahwa bila seorang nabi dibujuk untuk menyampaikan perkataan palsu, dan Allah membiarkan dia dibujuk, maka firman-Nya akan menyingkapkan kebenaran melalui tindakan pembenaran—yakni Dia akan menghindar dari menggubah kenyataan menjadi dusta dan akan menumpas nabi itu dari antara umat-Nya Israel. Ayat ini menyoroti batas antara ancaman sesatnya ajaran manusia dengan kedaulatan Allah untuk menjaga kemurnian umat-Nya.
Konteks Sastra
Konsep yang muncul di pasal 14 Ezekiel berpusat pada kehadiran “dugaan kejujuran” di tengah umat Israel yang melayani berhala. Tuhan menantang tiga tokoh tua Israel—pemuka agama yang menaruh harapan pada ramalan manusia—bahkan ketika mereka menebak bahwa Nabi bisa menenangkan umat melalui ilham ilahi. Ayat 9 menunjukkan bahwa jika seseorang nabi menipu dengan tujuan mengarahkan umat pada pendapat manusia, Allah akan menyatakan gerak-Nya secara tegas: penilaian ilahi mengatasi tipu daya manusia.
Kepenuhan Teologis
Ayat ini mengajar bahwa nubuat sejati bersandar pada kedaulatan Allah, bukan pada kemampuan manusia menyusun gagasan religius. Allah tidak membiarkan umat-Nya terperangkap dalam dusta yang disamarkan sebagai wahyu. Ketegasan terhadap nabi yang menipu menegaskan bahwa kemurnian perjanjian tidak bisa dikompromikan. Namun demikian, konteks Ezekiel menunjukkan injil tersembunyi dalam bagaimana Allah sekaligus menjaga keadilan bagi umat-Nya melalui keadilannya sendiri.
Koneksi Alkitab
Beberapa lintasan tematik yang relevan:
Rujukan Lintas Alkitab (singkat)
Penekanan pada nubuat palsu juga muncul dalam pasal-pasal lain mengenai tanggung jawab nabi dan respons umat terhadap kebenaran Allah. Ringkasnya, Allah menuntut ketaatan terhadap wahyu-Nya sambil memberi ruang bagi pertanggungjawaban moral bagi pemimpin rohani.
Pertanyaan Renungan
Penutup Singkat
Ayat ini menegaskan prinsip penting: kemurnian firman Allah lebih utama daripada kecenderungan manusia terhadap popularitas atau kenyamanan teologis. Allah berhak membentuk ulang umat-Nya dengan mengecek mereka melalui kebenaran-Nya, bahkan jika itu berarti menyingkirkan tokoh yang mencoba menampilkan diri sebagai penyampai kebenaran palsu.
Cuplikan Pendek (untuk rujukan)
“Maka Aku akan mengunjuk tangan-Ku dan menumpas dia dari antara umat-Ku Israel.” Meski ada nafsu untuk menafsirkan wahyu menurut kehendak pribadi, Allah menegaskan bahwa penghakiman-Nya tetap adil dan tidak bisa ditawar.