Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yehezkiel 1 Yehezkiel 2 Yehezkiel 3 Yehezkiel 4 Yehezkiel 5 Yehezkiel 6 Yehezkiel 7 Yehezkiel 8 Yehezkiel 9 Yehezkiel 10 Yehezkiel 11 Yehezkiel 12 Yehezkiel 13 Yehezkiel 14 Yehezkiel 15 Yehezkiel 16 Yehezkiel 17 Yehezkiel 18 Yehezkiel 19 Yehezkiel 20 Yehezkiel 21 Yehezkiel 22 Yehezkiel 23 Yehezkiel 24 Yehezkiel 25 Yehezkiel 26 Yehezkiel 27 Yehezkiel 28 Yehezkiel 29 Yehezkiel 30 Yehezkiel 31 Yehezkiel 32 Yehezkiel 33 Yehezkiel 34 Yehezkiel 35 Yehezkiel 36 Yehezkiel 37 Yehezkiel 38 Yehezkiel 39 Yehezkiel 40 Yehezkiel 41 Yehezkiel 42 Yehezkiel 43 Yehezkiel 44 Yehezkiel 45 Yehezkiel 46 Yehezkiel 47 Yehezkiel 48Verse
Yehezkiel 14:1 Yehezkiel 14:2 Yehezkiel 14:3 Yehezkiel 14:4 Yehezkiel 14:5 Yehezkiel 14:6 Yehezkiel 14:7 Yehezkiel 14:8 Yehezkiel 14:9 Yehezkiel 14:10 Yehezkiel 14:11 Yehezkiel 14:12 Yehezkiel 14:13 Yehezkiel 14:14 Yehezkiel 14:15 Yehezkiel 14:16 Yehezkiel 14:17 Yehezkiel 14:18 Yehezkiel 14:19 Yehezkiel 14:20 Yehezkiel 14:21 Yehezkiel 14:22 Yehezkiel 14:23



Yehezkiel 14:13 (IDN)
Hai anak Adam! apabila suatu negeri sudah berdosa kepada-Ku dan sudah mendurhaka sangat, dan Akupun sudah mengedangkan tangan-Ku kepadanya dan sudah memutuskan bekal roti dari padanya dan sudah menyuruhkan bala kelaparan ke dalamnya, hendak menumpas dari padanya baik manusia baik binatang;
Pengantar konteks seketika
Ayat ini muncul dalam bagian Yehezkiel yang menyingkap kadar ketetapan Allah terhadap umat-Nya ketika mereka keras hati dan menolak firman-Nya. Tuhan menyatakan bahwa jika suatu negeri terus-menerus berdosa dan berpaling dari-Nya, tangan-Nya akan dijatuhkan, tepatnya melalui kelaparan dan kemusnahan. Ayat ini menegaskan bahwa Allah menilai dosa secara serius dan bahwa konsekuensi ilahi dapat mencakup pengikisan oleh kelaparan, baik bagi manusia maupun hewan, sebagai langkah penuntun menuju pertobatan atau hasil terakhir dari penolakan tersebut.
Apa yang diungkapkan teks tentang Allah dan iman
1) Ketegasan kasih Allah. Allah tidak membiarkan dosa berlarut-larut tanpa konsekuensi. Ketelitian-Nya terhadap kekudusan dan perjanjian-Nya menuntun tindakan-Nya meski diwarnai oleh belas kasih jika ada pertobatan. 2) Keadilan ilahi. Pemaparan bahwa Tuhan bisa “memutuskan bekal roti” dan mengirim bala kelaparan menunjukkan bahwa Allah tidak tumpul terhadap pelanggaran serius terhadap pernyataan-Nya. 3) Pertimbangan manusia dan ciptaan. Ancaman ini mencakup manusia dan binatang, menekankan bahwa dampak dosa memengaruhi seluruh komunitas, termasuk yang paling rentan.
Kata kunci dan gambaran figuratif
- "Mendurhaka sangat" menandai penolakan total terhadap Allah dan firman-Nya.
- "Mengedangkan tangan-Ku" melambangkan tindakan nyata pembatasan berkat-Nya.
- "Memutuskan bekal roti" menyoroti kelaparan—simbol kebutuhan pokok yang dapat menguji kesetiaan.
- "Bala kelaparan" menggambarkan tindakan penghakiman yang berat untuk membangkitkan pertobatan.
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
- Sasaran penghakiman berulang dalam kisah nabi menekankan konsekuensi dosa kekal terhadap komunitas. Tuhan sering menyingkap bahwa jika umat menolak peringatan, Dia dapat menggunakan kelaparan sebagai alat pemurnian (bandingkan dengan pernyataan senada dalam kitab nabi lain).
- Dalam konteks Yehezkiel, peringatan terhadap kebanggaan dan kemunafikan dihadapkan dengan tindakan Tuhan yang dapat menunda atau mempercepat hukuman tergantung respons umat.
Ayat-ayat silang terkait dan hubungan makna
1) Ulangan 28:15-68 — Ringkasan konsekuensi hukum jika umat tidak tetap taat; menunjukkan pola bahwa pelanggaran serius membawa kutukan dan kelaparan sebagai bagian dari proses disiplin. Penjelasan: konsekuensi fisik menjadi cermin rohani yang memanggil pertobatan.
2) 2 Raja 6:25-29 — Contoh keluarnya kelaparan sebagai bagian dari konflik yang memengaruhi kota dan penduduk; menunjukkan bagaimana kelaparan dapat menjadi alat tekanan untuk pertobatan.
3) Yeremia 14:15-16 — Menyatakan gelombang penghakiman serupa terhadap penduduk yang tidak bertobat, menunjukkan kehadiran belas kasih Tuhan di balik tindakan disiplin.
Makna praktis bagi kita hari ini
1) Keseriusan dosa. Ayat ini mengingatkan bahwa dosa yang terus-menerus tidak hanya berdampak pada pelakunya tetapi pada komunitas secara luas. 2) Pertobatan sebagai jalan pemulihan. Allah mengundang umat untuk bertobat, meski cara-Nya bisa tampak keras; respons umat terhadap teguran menentukan arah kebijakan-Nya. 3) Ketergantungan pada Allah dalam kebutuhan pokok. Dalam situasi tekanan hidup, kita diajak merenungkan kebergantungan kita pada penyelenggaraan Allah, bukan pada kemewahan atau kepuasan sesaat.
Sejumlah petunjuk penafsiran dari tokoh komentar publik domain
Beberapa penafsir berpendapat bahwa gambaran kelaparan tidak semata-mata untuk menimbulkan penderitaan, melainkan untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya kembali kepada perjanjian Allah. Meski demikian, pesan utama adalah bahwa Allah adalah Tuhan yang kudus, adil, dan peduli pada keadaan umat-Nya, siap memanggil pertobatan sebelum menuntut konsekuensi lebih lanjut. Catatan kutipan singkat dari penafian klasik (tanpa menyalin teks lengkap): para komentator menekankan hubungan antara disiplin ilahi dan harapan akan pemulihan ketika umat merespons teguran Allah dengan pertobatan yang tulus.
Inti pesan: Allah menegakkan keadilan-Nya atas pelanggaran serius sambil tetap mengundang umat-Nya untuk bertobat, sehingga kasih-Nya dapat dinyatakan melalui pemeliharaan atau pemurnian keadaan berdasarkan respons manusia.