Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ester 9:1 Ester 9:2 Ester 9:3 Ester 9:4 Ester 9:5 Ester 9:6 Ester 9:7 Ester 9:8 Ester 9:9 Ester 9:10 Ester 9:11 Ester 9:12 Ester 9:13 Ester 9:14 Ester 9:15 Ester 9:16 Ester 9:17 Ester 9:18 Ester 9:19 Ester 9:20 Ester 9:21 Ester 9:22 Ester 9:23 Ester 9:24 Ester 9:25 Ester 9:26 Ester 9:27 Ester 9:28 Ester 9:29 Ester 9:30 Ester 9:31 Ester 9:32



Ester 9:28 (IDN)
“Maka hari itupun patutlah diingat dan dipermuliakan di antara tiap-tiap bangsa dan di antara segala orang isi rumah dan pada tiap-tiap bahagian tanah dan di dalam tiap-tiap negeri, sehingga hari Purim itu sekali-kali jangan dilalaikan di antara segala orang Yahudi, dan peringatan akan dia jangan putus di antara segala benihnya.”
Latar belakang segera
Tulisan Ester 9 menutup kisah pembebasan bangsa Yahudi dari ancaman matapahit di Persia. Setelah rancangan jahat Haman dibalikkan, Mordekai dan Ester mendorong umat Israel untuk merayakan kemenangan yang diberikan Allah melalui kejadian-kejadian beragam. Ayat ini menegaskan bahwa perayaan Purim perlu dipelihara sebagai pengingat intervensi Allah dan identitas bangsa Yahudi di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
Makna inti tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja di balik peristiwa sejarah untuk melindungi umat-Nya. Perayaan Purim menjadi media pengakuan publik atas penyertaan Allah yang membalikkan nasib umat-Nya. Percakapan antara manusia dan Allah di balik layar sejarah menjadi landasan iman: Allah loyal pada janji-janji-Nya dan menjaga umat-Nya bahkan melalui rintangan besar.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
- Ulangan 8:2-3 menggambarkan Allah menundukkan umat-Nya untuk mengenal keteguhan-Nya melalui ujian; ini sejalan dengan bagaimana Purim mengarahkan umat untuk mengingat kedaulatan Allah dalam pembebasan.
- Yesaya 43:1-3 menunjukkan Allah menjaga umat-Nya di tengah badai bangsa-bangsa, menguatkan arti perlindungan ilahi yang dirayakan melalui peringatan seperti Purim.
- 1 Petrus 1:6-7 mengingatkan bahwa cobaan bisa memurnikan iman; perayaan Purim sekaligus mengingat bagaimana iman dibentuk melalui pembebasan ilahi.
Penafsiran gaya para penafsir bekas (ringkas)
Para penafsir klasik menekankan bahwa perayaan Purim berfungsi sebagai sakramen kenangan: bukan sekadar liburan, tetapi pengakuan publik bahwa Allahlah Pembebas. Mereka menyoroti bahwa mesej universalnya adalah bahwa Allah bekerja melalui umat-Nya untuk menjadi saksi bagi semua bangsa. Kutipan ringkas dari karya berbahasa Inggris klasik kadang dipakai sebagai ilustrasi bagaimana Allah bertindak di balik layar sejarah, namun inti pesan tetap fokus pada pemeliharaan dan penyertaan Allah terhadap umat-Nya.
Aplikasi saat ini
Ayah-ibu rohani menasihati umat untuk merayakan pembebasan dari belenggu dosa dan keadaan genting melalui iman kepada Allah. Seperti Purim, kita dipanggil untuk menjaga ingatan atas pertolongan Allah secara terus-menerus agar iman tidak kehilangan semangat. Di tengah dunia yang plural, peringatan ini juga mengingatkan kita untuk bersaksi tentang karya Allah bagi komunitas kita, tanpa menutup diri dari sesama bangsa.
Pemikiran akhir
Ayat ini merangkum tema keselamatan Allah yang tidak terbatas pada satu etnis saja. Ia menegaskan bahwa peristiwa pembebasan dan peringatan atasnya menjadi bagian dari identitas umat Tuhan yang meluas melalui dunia, sehingga Purim menjadi contoh awal bagaimana bangsa-bangsa dapat mengenal kasih Allah melalui kisah-Nya.