Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ester 9:1 Ester 9:2 Ester 9:3 Ester 9:4 Ester 9:5 Ester 9:6 Ester 9:7 Ester 9:8 Ester 9:9 Ester 9:10 Ester 9:11 Ester 9:12 Ester 9:13 Ester 9:14 Ester 9:15 Ester 9:16 Ester 9:17 Ester 9:18 Ester 9:19 Ester 9:20 Ester 9:21 Ester 9:22 Ester 9:23 Ester 9:24 Ester 9:25 Ester 9:26 Ester 9:27 Ester 9:28 Ester 9:29 Ester 9:30 Ester 9:31 Ester 9:32



Makna Singkat Ester 9:19
Ayat ini menegaskan lewat kejadian bangsa Yahudi yang tinggal di berbagai tempat; karena perlindungan dan kemenangan di atas rencana jahat Haman, mereka menetapkan hari kesukaan dan perayaan selama empat belas hari bulan Adar, sebagai pemeliharaan serta ungkapan syukur, juga sebagai saling memberi hadiah satu sama lain.
Background dan konteks singkat
Dari kejadian kitab Ester, umat Yahudi terhindar dari rencana pembunuhan massal yang dirancang oleh Haman. Meski berada dalam diaspora, mereka menerima perlindungan Tuhan melalui penyelamatan daftar raja. Karena itu, mereka membuat pos Perayaan Purim sebagai peringatan akan pemeliharaan ilahi dan perlunya persatuan dalam komunitas meskipun terpencar di berbagai wilayah.
Observasi penafsiran
Bagian tema utama
Referensi silang yang relevan
Beberapa ayat terkait yang memperkaya gambaran tema perayaan dan persaudaraan:
Penjelasan singkat: perayaan di Ester 9 menegaskan bahwa penyelamatan Allah memanggil respons syukur melalui kebersamaan, kegembiraan, dan kebaikan antarsesama.
Praktik penuntun bagi pembaca hari ini
Pandangan praktisnya: bersyukur atas perlindungan Tuhan dengan menjaga ikatan komunitas yang penuh kasih, merayakan kebaikan-Nya secara bersama, dan berbagi berkat kepada sesama sebagai bagian dari hidup iman yang terus tumbuh.
Catatan editorial singkat mengenai sumber para penafsir klasik
Sadarilah nuansa tradisi penafsiran seperti yang diungkap para penafsir publik domain (Matthew Henry, Adam Clarke, Albert Barnes) yang menekankan bahwa perayaan tersebut adalah ekspresi syukur kolektif umat Tuhan atas pemeliharaan-Nya. Kutipan langsung dari para penafsir ini hanya akan dipakai jika relevan secara konteks literal, dan di sini tidak disertakan kutipan lengkap karena kebutuhan alur editorial modern.