Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Efesus 4:1 Efesus 4:2 Efesus 4:3 Efesus 4:4 Efesus 4:5 Efesus 4:6 Efesus 4:7 Efesus 4:8 Efesus 4:9 Efesus 4:10 Efesus 4:11 Efesus 4:12 Efesus 4:13 Efesus 4:14 Efesus 4:15 Efesus 4:16 Efesus 4:17 Efesus 4:18 Efesus 4:19 Efesus 4:20 Efesus 4:21 Efesus 4:22 Efesus 4:23 Efesus 4:24 Efesus 4:25 Efesus 4:26 Efesus 4:27 Efesus 4:28 Efesus 4:29 Efesus 4:30 Efesus 4:31 Efesus 4:32



Efesus 4:18 (IDN): Latihan pemahaman tentang kehilangan jalan hidup dalam Allah
Pasal ini berada dalam rangkaian pengajaran Paulus kepada jemaat Efesus mengenai hidup “baru” dalam Kristus. Sebelumnya ia menegaskan bahwa berabad-abad telah berlalu, orang-orang telah hidup dalam kebiasaan dunia, tetapi sekarang umat Allah dipanggil untuk meninggalkan cara hidup lama. Ayat 18 menggambarkan kondisi banyak orang yang tidak lagi mengenal Allah karena hatinya menjadi keras dan kejahilan menutupi pengertian jiwa. Yang dimaksud bukan hanya ketidaktahuan umum, melainkan ketidakmauan menerima wahyu ilahi dan menolak jalan hidup yang dinyatakan Allah dalam Kristus.
Apa yang dikisahkan teks mengenai Allah dan iman
Ayah rohani Paulus menegaskan bahwa kebangkitan hidup rohani ditolak atau terhambat akibat tiga faktor: (1) akal yang gelap, (2) kehidupan yang diputus dari sumber hidup Allah, (3) kedegilan hati. Dalam konteks iman, ini menekankan bahwa hubungan dengan Allah bersifat dinamis: bila manusia menutup diri terhadap wahyu Allah, ia kehilangan terang rohani yang memungkinkan pengenalan akan Allah dan karya-Nya lewat Kristus. Ketidakmauan menerima kebenaran mengakibatkan kemerosotan pengudaraan rohani dan kontrasnya, hidup di dalam kegelapan “kedewasaan rohani” yang rendah.
Istilah penting dan gambaran gambar
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain menegaskan gambaran serupa tentang gelapnya pengertian dan jarak dari Allah:
Aplikasi praktis bagi masa kini
Ayat ini mengajak kita memeriksa dua hal: bagaimana kita merespon wahyu Allah dalam Firman dan bagaimana kita menjaga hati agar tidak menjadi keras. Pertanyaan yang dapat dipakai penggerekan diri sendiri: Apakah kita sering menunda-nunda, menolak koreksi, atau menutup diri dari terang Roh Kudus? Hidup Kristen sejati adalah hidup yang terus-menerus membuka diri pada karya Allah yang memperbarui akal budi melalui Firman, doa, dan persekutuan dengan orang percaya. Peliharalah sikap rendah hati, taat, dan belajar untuk memahami kehendak-Nya meski tantangan menguji iman kita.
Catatan produksi dan kutipan}
Beberapa ahli teologi berbahasa Inggris yang terkenal dengan komentar mereka pada tema ini menyatakan pandangan serupa:
Matthew Henry menekankan bahwa kejahilan berasal dari menunda kebenaran hingga tidak lagi bisa mengenal Allah secara benar; Albert Barnes menyoroti bahwa kedegilan hati adalah penghalang utama dalam menerima terang rohani; Adam Clarke memperlihatkan bagaimana keadaan rohani manusia berubah ketika akal dibutakan karena pelanggaran hidup dan penolakan injil.
Quotations drawn from these comments (singkat): “They are blinded by the ignorance that is in them, and hardened by their stubbornness of heart.”