Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Efesus 4:1 Efesus 4:2 Efesus 4:3 Efesus 4:4 Efesus 4:5 Efesus 4:6 Efesus 4:7 Efesus 4:8 Efesus 4:9 Efesus 4:10 Efesus 4:11 Efesus 4:12 Efesus 4:13 Efesus 4:14 Efesus 4:15 Efesus 4:16 Efesus 4:17 Efesus 4:18 Efesus 4:19 Efesus 4:20 Efesus 4:21 Efesus 4:22 Efesus 4:23 Efesus 4:24 Efesus 4:25 Efesus 4:26 Efesus 4:27 Efesus 4:28 Efesus 4:29 Efesus 4:30 Efesus 4:31 Efesus 4:32



Efesus 4:14 (IDN) — Setting: tujuan bahwa kita tidak lagi seperti anak-anak
Ayat ini muncul dalam konteks surat Paulus kepada jemaat di Efesus yang menasihatkan kedewasaan rohani. Setelah menegaskan kesatuan tubuh Kristus dan pekerjaan pendampingan roh kudus, Paulus menekankan pentingnya bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus sehingga orang percaya tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran sesat. Tujuan akhir ayat ini adalah kestabilan iman yang berakar pada kebenaran Firman dan kasih Kristus.
Apa yang dinyatakan ayat ini tentang Allah, iman, dan pertumbuhan rohani
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Allah bagi umat-Nya adalah kedewasaan rohani, bukan kekanak-kanakan dalam iman. Iman yang sehat tidak mudah terombang-ambing oleh pengajaran yang manusiawi atau strategi retoris yang kelihatan meyakinkan namun sesat. Allah memanggil umat-Nya untuk tumbuh dalam pengenalan akan kebenaran, sehingga mereka terikat pada Kristus sebagai pusat iman, bukan pada aliran ajaran yang membawa kepada kebingungan.
Istilah penting dan gambaran kunci
Cross-references yang relevan dan hubungan singkat
Penjelasan ringkas dari pandangan tokoh komentar klasik
Beberapa komentar gerejawi klasik menyoroti bahwa fokus utama ayat ini adalah membangun kestabilan iman melalui pengenalan Kristus. Mereka menekankan bahwa pertumbuhan rohani tidak berarti menolak kebijaksanaan manusia sepenuhnya, melainkan menempatkan segala nalar di bawah otoritas Firman. Kutipan singkat berikut menunjukkan arah umum pemikiran mereka:
“Kita tidak boleh lagi berada pada sikap anak-anak yang mudah dipengaruhi oleh setiap angin ajaran” (ringkasan nuansa yang biasa ditemui dalam karya Matthew Henry dan Adam Clarke).
Aplikasi masa kini
Bagaimana kita hidup sebagai orang percaya hari ini?
Inti ayat ini adalah seruan untuk tidak terombang-ambing oleh ajaran yang tidak berlandaskan Kristus. Allah memanggil kita menjadi orang-orang yang melangkah dengan keyakinan, teguh pada kebenaran Firman-Nya, dan bertumbuh dalam kasih serta pengenalan akan Sang Kristus.