Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Pengkhotbah 5:1 Pengkhotbah 5:2 Pengkhotbah 5:3 Pengkhotbah 5:4 Pengkhotbah 5:5 Pengkhotbah 5:6 Pengkhotbah 5:7 Pengkhotbah 5:8 Pengkhotbah 5:9 Pengkhotbah 5:10 Pengkhotbah 5:11 Pengkhotbah 5:12 Pengkhotbah 5:13 Pengkhotbah 5:14 Pengkhotbah 5:15 Pengkhotbah 5:16 Pengkhotbah 5:17 Pengkhotbah 5:18 Pengkhotbah 5:19 Pengkhotbah 5:20



Pengkhotbah 5:5 (IDN)
Setting segera dari ayat ini berada dalam penasihan Pengkhotbah mengenai perilaku ibadah yang tulus dan pernyataan nazar. Ayat sebelumnya mengingatkan bahwa lebih baik menunda nazar daripada mengabaikannya setelah membuatnya. Pengkhotbah menekankan kepastian tanggung jawab di hadapan Allah: jangan bernazar jika tidak bisa menepatinya.
Makna teologis singkat
Ayat ini menyoroti kebenaran bahwa perilaku beribadah di hadapan Allah memerlukan ketulusan dan kehati-hatian. Tuhan mengordinasikan iman yang tidak sekadar janji-janji yang diucapkan, melainkan tindakan nyata. Nazar adalah komitmen yang mengikat, dan Pengkhotbah menunjukkan bahwa komitmen yang tidak ditepati membawa beban moral di hadapan Allah dan sesama.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian memantapkan prinsip serupa, misalnya:
Kaitan dengan tradisi tafsir klasik
Para tafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti pentingnya integritas dalam sumpah dan nazar. Mereka menekankan bahwa kelalaian dalam menepati nazar membinasakan integritas rohani dan menimbulkan beban di hadapan Allah. Mereka juga menaruh perhatian pada bagaimana kata-kata kita mencerminkan komitmen batin kita kepada Tuhan.
Ayat terkait untuk pembacaan lintas
Kaitkan dengan:
Penerapan praktis saat ini
Ayat ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam membuat nazar. Jika kita tidak bisa menepatinya, lebih bijaksana menunda daripada menjerat diri dengan janji yang tidak bisa dipenuhi. Dalam konteks doa dan pelayanan, utamakan komitmen hati yang nyata: pekerjaan di ladang Tuhan dilakukan dengan disiplin, kejujuran, dan kesetiaan pada janji yang telah kita buat. Hindari berjanji secara berlebihan hanya untuk kesan rohani yang palsu; fokuskan diri pada ketaatan yang konsisten dalam hidup sehari-hari.
Cross-references yang relevan
Penekanan singkat dari tafsiran klasik: Para ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa berjanji tanpa niat melaksanakan adalah tindakan yang menodai iman. Mereka menaruh fokus pada kejujuran hati dan integritas ucapan sebagai bagian penting dari ibadah kepada Allah.