Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Pengkhotbah 5:1 Pengkhotbah 5:2 Pengkhotbah 5:3 Pengkhotbah 5:4 Pengkhotbah 5:5 Pengkhotbah 5:6 Pengkhotbah 5:7 Pengkhotbah 5:8 Pengkhotbah 5:9 Pengkhotbah 5:10 Pengkhotbah 5:11 Pengkhotbah 5:12 Pengkhotbah 5:13 Pengkhotbah 5:14 Pengkhotbah 5:15 Pengkhotbah 5:16 Pengkhotbah 5:17 Pengkhotbah 5:18 Pengkhotbah 5:19 Pengkhotbah 5:20



Pengkhotbah 5:13 (IDN)
Imam Bait Allah menyoroti kenyataan pahit tentang kekayaan yang disimpan namun membawa kebinasaan bagi pemiliknya. Petikan ini muncul dalam bagian yang membahas bagaimana manusia menghadapi kekayaan, janji-janji dunia, dan ketidakstabilan hidup di bawah matahari. Ayat ini menegaskan bahwa barang berharga yang didapat tanpa prosedur hati yang benar dapat menjadi beban daripada berkat.
Setting segera: konteks ayat
Pengkhotbah menimbang fragmen-fragmen kehidupan, termasuk kerja keras, investasi, dan kepemilikan materi. Ia mengamati bahwa “celaka” menanti orang yang memaksa dan mengejar kekayaan tanpa mengandalkan hikmat dan takut akan Tuhan. Pada bagian sebelumnya (ayat-ayat 12–13), kekayaan bisa memberi kemewahan sementara, tetapi tidak membawa kepuasan sejati; di sini fokus bergeser pada bahaya meletakkan harapan kepada harta semata demi keuntungan pribadi.
Apa yang teks mengungkapkan tentang Allah dan iman
Ayat ini mengingatkan pembaca bahwa hidup tidak bergantung pada akumulasi materi. Imannya Israel kuno, dan kita hari ini, dihadapkan pada pilihan: apakah kita mengandalkan Tuhan sebagai Pemelihara hidup, atau menaruh kepercayaan pada “uang yang ditaruh oleh orang empunya dia” yang pada akhirnya bisa membawa kehancuran. Tuhan mengundang kita untuk mencari arti hidup yang lebih dalam—kebenaran, keadilan, dan ketulusan hati—bukan sekadar kekayaan yang berkilau.
Kata-kata penting/imagery
Cross-references (singkat) dan koneksinya
- Pengkhotbah 5:10: Ketamakan tidak memuaskan; siapa yang mencintai uang tidak puas oleh uang. Keterangan ini menegaskan ironi kepemilikan materi yang tidak pernah cukup. Penjelasan singkat: harta bisa menjadi perangkap jika dicari tanpa hati yang taat kepada Allah.
- Amsal 23:4–5: Hindari upaya menjadi kaya dengan menundukkan diri pada pekerjaan berbahaya; kilau kekayaan bisa hilang seperti awan malam. Penjelasan singkat: peringatan melibatkan kehati-hatian terhadap godaan mengandalkan kekayaan untuk keamanan pribadi.
- Matius 6:19–21: Simpanlah harta di surga, karena harta di bumi rentan dan dapat memudar. Penjelasan singkat: prioritas hidup diarahkan pada hubungan dengan Tuhan, bukan akumulasi materi.
Pengajaran praktis untuk masa kini
Ayat ini mengundang kita untuk menilai motivasi di balik kerja dan investasi. Doa utama: bagaimana kita mengelola kekayaan dengan hikmat, tidak membiarkan uang menjadi tuan kita, melainkan alat untuk memuliakan Tuhan dan menolong sesama. Dalam konteks modern, kita diajak membangun prinsip keuangan yang adil, transparan, dan bersukacita dalam kemurahan Tuhan, sambil tetap waspada terhadap godaan materi yang memberi keamanan palsu.
Penutup: ringkasannya
Pengkhotbah 5:13 memperingatkan bahwa kekayaan yang didapat tanpa integritas dapat berujung pada kebinasaan diri. Allah memperhatikan motif hati; iman sejati menuntun kita untuk menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup, sementara kita menggunakan kekayaan dengan tanggung jawab, kasih, dan keadilan.