Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiPengkhotbah 11:6 Tafsiran ayat Alkitab
Pengkhotbah 11:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Taburkanlah biji-bijianmu pada pagi hari dan jangan engkau lepaskan tanganmu dari padanya pada petang, karena tiada kauketahui mana yang betul, entah ini, entah itu, atau keduanya sama baik adanya.
Pengkhotbah 11:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Pengkhotbah 11:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 9:10 (IDN) »
Tetapi Tuhan yang mengaruniakan benih kepada penabur, dan roti untuk makanan, Ialah juga akan mengaruniakan dan memperbanyakkan taburanmu dan melebatkan buah-buahan kebajikan kamu,

Yesaya 55:10 (IDN) »
Karena seperti hujan dan salju turun dari langit dan tiada kembali ke sana, melainkan didiriskannya bumi dan dijadikannya ia berhasil dan menumbuhkan pokok, dan ia memberi biji-bijian kepada orang penabur dan roti kepada orang yang makan;

Hagai 1:6 (IDN) »
Kamu menaburkan banyak, tetapi hasilnya hanya sedikit; kamu makan, tetapi bukan sampai kenyang; kamu minum, tetapi bukan sampai puas hati; kamu berpakai-pakai, tetapi bukan sampai suhu tubuhmu, dan barangsiapa yang menerima upah, ia itu menerima upahnya dalam pundi-pundi yang berpesok.
Pengkhotbah 11:6 (IDN)
Taburkanlah biji-bijianmu pada pagi hari dan jangan engkau lepaskan tanganmu dari padanya pada petang, karena tiada kauketahui mana yang betul, entah ini, entah itu, atau keduanya sama baik adanya. Ayat ini berada dalam konteks nasihat praktis tentang hidup yang tidak pasti. Pengkhotbah mendorong pembaca untuk berani bekerja keras secara konsisten, tidak menunda-nunda, dan menjaga keseimbangan antara tindakan yang teratur dengan ketergantungan pada Tuhan atas hasil akhirnya.
Pembacaan terhadap konteks pasal dan ayat
Di Pengkhotbah 11, penulis menekankan kebijaksanaan menjalani hidup secara aktif di tengah ketidakpastian. Mengajarkan kita untuk berinvestasi waktu dan usaha tanpa pasti akan hasilnya, karena masa depan tidak dapat dipastikan. Ayat ini memakai gambaran pertanian: menabur pada pagi hari dan tetap berpegang pada pekerjaan itu hingga petang. Pesannya adalah aliran kerja yang konsisten dan hati yang tidak mudah menyerah, meski hasilnya berbeda dan tidak selalu dapat diprediksi.
Inti pelajaran rohani
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa ayat sejalan dengan prinsip kerja keras dan ketekunan meskipun hasilnya tidak selalu jelas. Misalnya, Amsal menekankan kerja bijaksana dan tidak menunda; Matius 25 menekankan kesiapsediaan akan perhitungan Tuhan atas perbuatan kita. Dalam Roma 12:11-12, jemaat diajak tetap giat dalam ibadah dan hidup berimbang dengan kerukunan serta doa. Ketiganya menegaskan bahwa iman yang hidup menampakkan tindakan yang konsisten dalam hidup nyata.
Aplikasi praktis
Jika kita berada di fase pekerjaan panjang atau proyek berkelanjutan, terapkan prinsip ini dengan:
Cross-references (hubungan singkat)
Beberapa referensi yang relevan meliputi:
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini menekankan keseimbangan antara tindakan manusia yang konsisten dan kepercayaan pada pimpinan Allah atas hasil akhirnya.
Ringkasan
Ayat Pengkhotbah 11:6 mengingatkan kita agar tidak berhenti di pertengahan jalan. Mulailah bekerja pada pagi hari, lanjutkan dengan tekun hingga petang, dan biarkan Tuhan yang menilai mana yang benar di antara pekerjaan kita. Hidup tidak selalu memberi kepastian hasil, namun kita dipanggil untuk tetap menabur dengan iman dan kebijaksanaan.
Kutipan singkat dari tokoh komentar klasik
Beberapa pemikiran para komentator klasik menekankan kerja yang konsisten dan kepercayaan dalam providensi Allah. Mereka menekankan bahwa usaha manusia dibarengi dengan keyakinan bahwa Tuhan mengarahkan masa depan; hasil akhirnya tidak selalu dapat dipahami, tetapi iman menuntun kita untuk tetap taat dalam pekerjaan.