Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 23:1 Ulangan 23:2 Ulangan 23:3 Ulangan 23:4 Ulangan 23:5 Ulangan 23:6 Ulangan 23:7 Ulangan 23:8 Ulangan 23:9 Ulangan 23:10 Ulangan 23:11 Ulangan 23:12 Ulangan 23:13 Ulangan 23:14 Ulangan 23:15 Ulangan 23:16 Ulangan 23:17 Ulangan 23:18 Ulangan 23:19 Ulangan 23:20 Ulangan 23:21 Ulangan 23:22 Ulangan 23:23 Ulangan 23:24 Ulangan 23:25



Ulangan 23:21 (IDN) — Menepati Nazar kepada Tuhan
Ayat ini berada dalam rangka hukum-hukum sosial dan moral bagi orang Israel. Di tengah pedoman mengenai perjanjian dengan Tuhan, ada peringatan tentang nazar yang bersifat pribadi dan yang menanggung tanggung jawab bagi pelakunya. Ketika seseorang berjanji dengan sumpah atau nazar kepada Tuhan, ia harus bertindak cepat untuk mengungkapkan niatnya. Menunda penyampaian nazar bisa menimbulkan konsekuensi di hadapan Tuhan, karena nazar bukan sekadar ucapan kosong, melainkan komitmen spiritual yang memerlukan ketulusan dan akuntabilitas.
Makna pokok
Ayat ini menegaskan pentingnya kejujuran dan ketepatan dalam menegaskan nazar kepada Allah. Nazar adalah komitmen yang mengikat secara moral dan religius; menunda penyampaikan dapat menciptakan beban dosa jika tindakan yang dijanjikan tidak segera dilaporkan atau dilaksanakan. Intinya, Allah menuntut kesungguhan dalam menepati janji-Nya melalui umat-Nya, dan umat dipanggil bertindak cepat agar tidak menanggung akibat pelanggaran janji tersebut.
Tema utama
Ayat-ayat terkait (ringkas)
Beberapa bagian lain dalam Perjanjian Lama menekankan pentingnya menepati nazar dan janji kepada Tuhan, serta menyediakan cara penyelesaian jika terjadi pelanggaran. Hubungan dengan prinsip umum integritas hidup di hadapan Allah bisa ditemukan dalam bagian-bagian tentang sumpah, korban, dan pertobatan. Perhatikan bagaimana nenek moyang dipanggil untuk menjaga janji bersama Tuhan, karena Allah adalah setia dan menuntut kesetiaan dari umat-Nya.
Renungan praktis
Bagaimana kita menanggapi nazar atau tekad iman dalam hidup sehari-hari? Pertama, pastikan niat hati jelas sebelum mengucapkannya kepada Tuhan. Kedua, segera sampaikan komitmen itu kepada pihak yang relevan jika diperlukan, dan utamakan tindakan nyata yang sesuai dengan janji tersebut. Ketika situasi berubah, tetaplah jujur kepada Tuhan dan cari cara yang tepat untuk menyesuaikan atau memenuhi janji dengan integritas.
Kaitan Alkitab (cross-references)
Imamat 27:1-34 — Sistem nazar dan nilai konsekuensinya; bagaimana perencanaan dan penetapan nilai bagi nazar dipaparkan dengan rinci.
Mazmur 15:1-5 — Kualifikasi hidup benar di hadapan Tuhan, termasuk menepati janji tanpa menunda-nunda.
Yakobus 5:12 — Dorongan untuk berkata jujur dan menepati sumpah dalam iman, menghindari keluh-kesah yang menunda-nunda.
Penghubung utama dengan tafsiran klasik
Dalam karya Thomas Matthew Henry, fokus pada tanggung jawab personal dalam menepati janji rohani menjadi sorotan: kejujuran spiritual adalah bagian dari hidup saleh. Bagi Albert Barnes, penekanan ditempatkan pada pentingnya ketepatan waktu dalam mengungkap nazar agar tidak menimbulkan beban bagi diri sendiri. Adam Clarke menekankan bahwa nazar adalah komitmen yang mempengaruhi tindakan konkret, bukan sekadar ucapan mulut. Ketiga penafsir ini menegaskan bahwa integritas umat tegas terkait kesetiaan kepada Tuhan dan komunitasnya.
Quotations (ingat: jika ada kutipan singkat langsung, dicantumkan):
“Saya tidak bisa menahan niat saya,” demikian etos nazar yang sejalan dengan dorongan untuk segera menyampaikannya. (M. Henry, ringkasan ide)
Ringkasan: Ayat ini menegaskan bahwa nazar kepada Tuhan menuntut ketulusan dan tindakan segera. Dalam konteks hukum Israel, janji rohani ialah komitmen yang memiliki konsekuensi spiritual. Umat didorong untuk menjaga integritas dengan menyampaikan nazar tanpa penundaan, sehingga hidup mereka mencerminkan ketaatan kepada Tuhan.