Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 18:1 Ulangan 18:2 Ulangan 18:3 Ulangan 18:4 Ulangan 18:5 Ulangan 18:6 Ulangan 18:7 Ulangan 18:8 Ulangan 18:9 Ulangan 18:10 Ulangan 18:11 Ulangan 18:12 Ulangan 18:13 Ulangan 18:14 Ulangan 18:15 Ulangan 18:16 Ulangan 18:17 Ulangan 18:18 Ulangan 18:19 Ulangan 18:20 Ulangan 18:21 Ulangan 18:22



Ulangan 18:20 (IDN) — Perkataan nabi yang sesat
Ayat ini berada dalam bagian pemberontakan terhadap nabi palsu di Tanah Perjanjian, tepatnya bagian yang menekankan otoritas firman Tuhan dan tanggung jawab nabi dalam menyampaikan amanat-Nya. Ketika umat memasuki kemah perjanjian, Allah memberantas ancaman nabi palsu yang menambahkan atau mengubah pesan-Nya.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah dan iman
Firman ini menegaskan bahwa Tuhan memegang kendali penuh atas pesan yang disampaikan melalui nabi-Nya. Nabi yang menonjolkan dirinya sendiri, berani mengucapkan firman seolah dari Tuhan tanpa perintah-Nya, atau menyertakan penyembahan kepada dewa-dewa, mengekspos kekosongan iman yang berbahaya. Hukuman keras yang disebutkan menegaskan bahwa kebenaran Allah tidak bisa diragukan atau diubah oleh kepentingan pribadi, ambisi, atau penyimpangan teologis.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam kitab Ulangan dan Perjanjian Lama menegaskan prinsip yang sama:
Penjelasan singkat menurut para komentator publik-domain
Para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menegaskan pentingnya otoritas ilahi pada pesan nabi. Henry menyoroti bahwa ancaman hukuman menunjukkan seriusnya Allah terhadap pembelokan ajaran, Barnes menekankan perlunya kehati-hatian umat dalam membedakan firman terang dari tipu daya, dan Clarke menggarisbawahi bahwa pemimpin rohani bertanggung jawab penuh atas apa yang mereka sampaikan sebagai representasi Tuhan.
Catatan kutipan singkat dari satu bagian pemikiran mereka (tanpa menyalin teks panjang):
“Nabi yang berdusta menodai nama Tuhan dan menuntun umat kepada penyembahan yang sesat.”
Aplikasi bagi umat masa kini
Beberapa poin praktis:
Kesimpulannya, ayat ini mengingatkan umat beriman bahwa sandaran satu-satunya otoritas adalah Allah sendiri dalam firman-Nya. Nabi yang mengubah atau menambahkan firman-Nya bertujuan merusak iman; hukumnya adalah pembalasan ilahi, demi menjaga kesetiaan umat pada Yohanes 1:1 yang hidup dan benar.