Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 18:1 Ulangan 18:2 Ulangan 18:3 Ulangan 18:4 Ulangan 18:5 Ulangan 18:6 Ulangan 18:7 Ulangan 18:8 Ulangan 18:9 Ulangan 18:10 Ulangan 18:11 Ulangan 18:12 Ulangan 18:13 Ulangan 18:14 Ulangan 18:15 Ulangan 18:16 Ulangan 18:17 Ulangan 18:18 Ulangan 18:19 Ulangan 18:20 Ulangan 18:21 Ulangan 18:22



Ulangan 18:13 dalam Terjemahan IDN
Iman Israel pada masa itu menuntut ketaatan penuh kepada Tuhan tanpa campur aduk hati yang bercabang. Ayat ini menegaskan satu panggilan hidup: bersangkut-pautlah kepada Tuhan, Allahmu, dengan tiada bercabang hati. Secara konteks, perintah ini datang sebagai bagian dari penegasan bagaimana umat harus mendekat kepada Allah melalui ketaatan sulit yang menolak penyembahan kepada dewa-dewa lain dan pengaruh budaya sekitarnya.
Makna Tekstual dan Kesaksian Iman
Pemakaian kata-kata “bersangkut-paut” dan “tiada bercabang hatimu” mengilustrasikan kesetiaan eksklusif. Hati yang bercabang menandakan ketidakpastian batin, tekanan dari godaan untuk menyelaras dengan budaya sekitar, atau keengganan untuk menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup. Ayat ini menantang umat untuk menaruh seluruh diri pada Tuhan: pikiran, kehendak, dan tujuan hidup.
Pengantar dari Tata Warta Para Penafsir Perjanjian Lama
Para ahli tafsir berpendapat bahwa perintah ini menekankan persaksian kemurnian worship Israel kepada Allah satu-satunya. Sebagaimana penjelasan para teolog Purba, ketaatan total bukan sekadar ritual, melainkan sikap hati yang tidak terbagi antara Allah dan kekuatan duniawi. Beberapa pandangan menguatkan bahwa integritas iman berhubungan erat dengan penyatuan fokus hidup pada kehendak Tuhan.
Penjelasan Istilah Kunci
Cross-References (singkat)
- Ulangan 6:5 membangun konsep kasih segenap hidup kepada Tuhan; menghubungkan ketaatan dengan seluruh hati.
- Ulangan 10:12-13 menekankan integritas hukum dan ketaatan total sebagai inti hidup berelasi dengan Tuhan.
- Matius 6:24 mengingatkan bahaya pengabdian ganda antara Allah dan harta, relevan untuk bagaimana hati tidak boleh bercabang.
Rangkaian Penjelasan Ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa kedekatan dengan Tuhan tidak bisa dipisahkan dari hidup sehari-hari. Dalam praktiknya, hal ini berarti:
Konteks Kontemporer dan Aplikasi
Dalam kehidupan sekarang, ajaran ini mengundang kita untuk memeriksa hal-hal yang bisa menarik hati: pekerjaan, kesuksesan, hubungan, atau kemewahan. Pelajaran alkitabiah tetap relevan: untuk hidup sebagai umat yang kudus, fokus kita harus pada Tuhan dengan ketulusan hati yang tidak terpecah. Iman yang tidak bercabang membawa ketenangan batin dan kejelasan tujuan hidup.
Catatan Penafsir Terkait (kutipan singkat)
Beberapa pandangan klasik menyoroti bahwa kesetiaan rohani adalah inti hubungan dengan Tuhan—bukan sekadar kepatuhan seremonial. (Catatan editorial: tidak ada kutipan panjang penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam teks ini; namun gaya pembahasan mengacu pada pola interpretasi umum mereka yang menekankan keutuhan hati dalam ibadah.)
Inti pesan: Tuhan meminta satu arah loyalitas—hatimu menempati Dia sepenuhnya, tanpa terbagi.