Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3 Ulangan 4 Ulangan 5 Ulangan 6 Ulangan 7 Ulangan 8 Ulangan 9 Ulangan 10 Ulangan 11 Ulangan 12 Ulangan 13 Ulangan 14 Ulangan 15 Ulangan 16 Ulangan 17 Ulangan 18 Ulangan 19 Ulangan 20 Ulangan 21 Ulangan 22 Ulangan 23 Ulangan 24 Ulangan 25 Ulangan 26 Ulangan 27 Ulangan 28 Ulangan 29 Ulangan 30 Ulangan 31 Ulangan 32 Ulangan 33 Ulangan 34Verse
Ulangan 18:1 Ulangan 18:2 Ulangan 18:3 Ulangan 18:4 Ulangan 18:5 Ulangan 18:6 Ulangan 18:7 Ulangan 18:8 Ulangan 18:9 Ulangan 18:10 Ulangan 18:11 Ulangan 18:12 Ulangan 18:13 Ulangan 18:14 Ulangan 18:15 Ulangan 18:16 Ulangan 18:17 Ulangan 18:18 Ulangan 18:19 Ulangan 18:20 Ulangan 18:21 Ulangan 18:22



Ulangan 18:15 (IDN)
Ayat ini menegaskan janji Allah mengenai seorang nabi di tengah umat-Nya seperti Musa, yang akan diutus untuk membimbing dan menyampaikan firman-Nya. Pada konteks Ulangan, konteksnya adalah pemberian hukum dan pengaturan kehidupan komunitas Israel. Ayat ini menyiapkan ekspektasi bahwa Allah tidak tinggal diam, melainkan mengarahkan umat-Nya melalui nabi yang terpilih, yang memiliki kedudukan istimewa di antara saudara-saudaranya.
Ayat dalam konteks pasal
Ulangan 18 berfokus pada pedoman bagi bangsa Israel setelah mereka memasuki tanah perjanjian. Allah memerintahkan umat-Nya untuk mendengar nabi-nabi yang diangkat-Nya. Nabi itu tidak hanya seorang penyampai pesan, melainkan wakil Allah yang membawa arahan, peringatan, serta respons terhadap penyalahgunaan iman mereka. Ayat 15 menempatkan “nabi yang seperti aku” sebagai pola peran nabi yang ideal, mengingat Musa sebagai figur utama sebelumnya.
Gagasan utama rohani
Pokus utama ayat ini adalah kepercayaan bahwa Allah berkomunikasi dengan umat-Nya melalui perantaraan nabi yang dipilih-Nya. Kepada nabi itu, umat Israel harus mendengar, menghormati otoritas ilahi yang tercurah melalui pribadi manusia, sekaligus menimbang pesan-Nya dengan kebijaksanaan hukum dan perintah Tuhan. Makna ini menekankan kedaulatan Allah dalam menentukan alat-Nya untuk membentuk hidup komunitas yang setia.
Pembahasan perbandingan Alkitab
- Sebagaimana Musa diutus untuk memimpin dan menyampaikan hukum Allah, maka suatu nabi yang sejalan dengan dia akan diangkat oleh Tuhan. Ini menekankan kesinambungan tugas kenabian dalam rencana keselamatan.
- Dalam Perjanjian Baru, makna nubuat dan otoritas nabi-nabi dipegang dalam konteks Kristus. Banyak penafsir melihat nubuat tentang nabi yang “seperti aku ini” sebagai gambaran tipe Kristus yang memenuhi seluruh hukum dan kenabian.
Cross-reference singkat
Penjelasan singkat mengenai hubungannya: nubuat dalam Ulangan 18 menyiapkan ekspektasi tentang otoritas ilahi melalui nabi. Di Perjanjian Baru, makna ini dipenuhi secara tunggal dalam Kristus, yang adalah pewaris total hukum dan penyampai firman Allah.
Aplikasi praktis
Ringkasan
Ulangan 18:15 menegaskan bahwa Allah akan mengangkat nabi di antara umat-Nya, seperti Musa, untuk menjadi pedoman ilahi. Umat memikul tanggung jawab untuk mendengar dan menghormati otoritas Allah melalui nabi tersebut. Konteks ini mempersiapkan jalan bagi pemahaman Mesias dan nubuat yang nantinya dipenuhi dalam karya Kristus, yang menjadi puncak penyataan Allah bagi umat manusia.
Tanggapan para penafsir (kutipan singkat)
Para penafsir klasik menekankan pentingnya ketaatan kepada otoritas ilahi melalui nabi. Dalam karya Adam Clarke, terlihat penekanan bahwa nabi itu bukan sekadar penyampai pesan, melainkan wakil Allah yang memimpin umat dalam ketaatan hukum-Nya. (Kutipan singkat di bagian ini adalah para komentator publik domain; catatan: tidak menghimpun kutipan penuh di sini untuk menjaga orisinalitas dan kelengkapan teks asli.)