Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Daniel 4:1 Daniel 4:2 Daniel 4:3 Daniel 4:4 Daniel 4:5 Daniel 4:6 Daniel 4:7 Daniel 4:8 Daniel 4:9 Daniel 4:10 Daniel 4:11 Daniel 4:12 Daniel 4:13 Daniel 4:14 Daniel 4:15 Daniel 4:16 Daniel 4:17 Daniel 4:18 Daniel 4:19 Daniel 4:20 Daniel 4:21 Daniel 4:22 Daniel 4:23 Daniel 4:24 Daniel 4:25 Daniel 4:26 Daniel 4:27 Daniel 4:28 Daniel 4:29 Daniel 4:30 Daniel 4:31 Daniel 4:32 Daniel 4:33 Daniel 4:34 Daniel 4:35 Daniel 4:36 Daniel 4:37



Daniel 4:15 (IDN) — Tafsiran singkat
Ayat ini berada dalam bagian mimpi raja Nebukadnezar yang diberi penjelasan oleh nabi Daniel. Setelah Nebukadnezar diusik oleh mimpi tentang pohon besar yang ditebang, penglihatan ini menjelaskan tindakan Tuhan terhadap sang raja. Ayat 15 menampilkan gambaran simbolik tentang pemantapan kehendak ilahi: batang yang berakar tetap dalam tanah, terikat dengan besi dan tembaga, di antara rumput dan binatang, sehingga ia dibasahi embun langit dan memperoleh bagian dari tumbuh-tumbuhan di tanah. Gambaran ini menunjukkan proses hukuman sementara yang memurnikan dan menguji raja sebelum pemulihan akhirnya terjadi.
Makna utama ayat
Ayat ini menggambarkan keseimbangan antara kehendak Tuhan yang tidak segera menghancurkan sepenuhnya dan penyelenggaraan pembelajaran bagi sang raja. Batang pohon itu dipelihara, tidak sepenuhnya dicabut, supaya akarnya tetap hidup. Ini menekankan murka ilahi yang bersifat disiplin, bukan pembinasaan total, dengan tujuan akhirnya adalah renungan hati baru dan pengakuan atas kekuasaan Tuhan yang lebih besar.
Tiga tema kunci
Rujukan silang yang relevan
• Ayub menekankan proses ujian yang berujung pada pengakuan akan kebesaran Tuhan. Hubungan: pembelajaran melalui penderitaan yang membawa pengakuan atas kedaulatan Tuhan.
• Roma 11:36 menegaskan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, melalui Tuhan, dan untuk Tuhan; demikian juga Nuansa ayat ini menyoroti sumber hidup dan kendali ilahi atas semua keadaan. Hubungan: kehendak Tuhan tetap berdaulat di balik hukuman dan pemulihan.
• Wahyu 3:10 menggarisbawahi pemeliharaan Tuhan bagi mereka yang setia, bahkan dalam pergumulan. Hubungan: harapan pemulihan bagi orang yang diproses dengan disiplin Tuhan.
Refleksi praktis
Ayat ini mengundang kita untuk mengevaluasi sikap hati ketika menghadapi pembelajaran melalui cobaan. Apakah kita menolak badai atau menggunakan pembatasan dan ujian sebagai kesempatan untuk bergantung lebih erat pada Tuhan? Seperti batang pohon yang berakar, kita dipanggil untuk tetap terhubung pada sumber kehidupan-Nya, membiarkan embun kasih-Nya membasahi jiwa, dan percaya bahwa Tuhan bekerja untuk pemulihan dan kemuliaan-Nya.
Ringkasan singkat
Daniel 4:15 menggambarkan disiplin ilahi yang bersifat membangun, menjaga keberlangsungan hidup sang raja sambil menyiapkan hati untuk pengakuan atas kedaulatan Tuhan. Batang yang berakar, terikat, dan basah oleh embun menggambarkan peluang pemurnian yang mengarah pada pemulihan dan pengakuan akan kemahakuasaan Tuhan yang mengatur segala hal.
Catatan singkat tentang para komentator terdahulu
Rujukan umum pada karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa hukuman ini dimaksudkan untuk menggugah pertobatan hati, bukan sekadar penghakiman administratif. Mereka menekankan keutuhan gambaran: meskipun dihukum, unsur kehidupan tetap dipertahankan sehingga pemulihan dapat terjadi ketika hati tunduk kepada kehendak Tuhan.