Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kisah Para Rasul 1 Kisah Para Rasul 2 Kisah Para Rasul 3 Kisah Para Rasul 4 Kisah Para Rasul 5 Kisah Para Rasul 6 Kisah Para Rasul 7 Kisah Para Rasul 8 Kisah Para Rasul 9 Kisah Para Rasul 10 Kisah Para Rasul 11 Kisah Para Rasul 12 Kisah Para Rasul 13 Kisah Para Rasul 14 Kisah Para Rasul 15 Kisah Para Rasul 16 Kisah Para Rasul 17 Kisah Para Rasul 18 Kisah Para Rasul 19 Kisah Para Rasul 20 Kisah Para Rasul 21 Kisah Para Rasul 22 Kisah Para Rasul 23 Kisah Para Rasul 24 Kisah Para Rasul 25 Kisah Para Rasul 26 Kisah Para Rasul 27 Kisah Para Rasul 28Verse
Kisah Para Rasul 6:1 Kisah Para Rasul 6:2 Kisah Para Rasul 6:3 Kisah Para Rasul 6:4 Kisah Para Rasul 6:5 Kisah Para Rasul 6:6 Kisah Para Rasul 6:7 Kisah Para Rasul 6:8 Kisah Para Rasul 6:9 Kisah Para Rasul 6:10 Kisah Para Rasul 6:11 Kisah Para Rasul 6:12 Kisah Para Rasul 6:13 Kisah Para Rasul 6:14 Kisah Para Rasul 6:15



Gambaran Umum
Kisah Para Rasul 6:5 mencatat pemilihan tujuh orang di antara jemaat Yunani untuk membantu para rasulan dalam mendistribusikan bantuan kepada para janda. Ayat ini menekankan bagaimana persetujuan semua orang banyak terhadap ciri-ciri calon pelayan—terutama iman dan kepenuhan Roh Kudus. Dalam konteks pasal ini, pemilihan ini menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan praktis jemaat dan komitmen rohani yang mendalam.
Ayat dalam konteks bab
Bab enam Kisah Para Rasul menyoroti perselisihan antara orang Ibrani dan Yunani mengenai pembagian makanan. Para rasul memutuskan untuk memilih tujuh orang yang “penuh dengan iman dan Roh Kudus” untuk mengurus pelayanan ini. Stepanus muncul sebagai tokoh yang disebut pertama dalam daftar; selain itu tampak adanya keanekaragaman latar belakang di antara kandidatnya—menandakan awal mula komunitas gereja yang inklusif. Ayat ini menegaskan bahwa pelayanan gereja memerlukan karakter rohani yang kuat, ditopang oleh iman yang teguh dan kehadiran Roh Allah dalam tindakan nyata.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan singkat (cross-references)
Beberapa bagian Alkitab lain menyatakan prinsip serupa tentang pemilihan tenaga pelayanan berlandaskan iman dan karunia Roh:
Penambahan pemikiran para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pemilihan ini bukan semata soal administrasi, melainkan pemantapan identitas gereja sebagai komunitas yang hidup dalam iman kepada Kristus dan anugerah Roh Kudus.
Rangkaian penerapan praktis
Kaitannya dengan bagian lain (penjelasan singkat)
Pengalaman pemilihan tujuh di sini menyiapkan kerangka bagi peran diaken di kemudian hari (lihat juga surat-surat pengajaran tentang diakonia). Juga menunjukkan bagaimana gereja menanggapi kebutuhan konkrit sambil tetap menjaga fokus pada pemberitaan firman dan penuh kuasa.
Ringkasan
Ayat Kisah Para Rasul 6:5 menegaskan bahwa pemilihan pelayan didasarkan pada iman dan hidup dipenuhi Roh Kudus. Dimulai dari Stepanus dan saudara-saudaranya, langkah ini menata pelayanan jemaat untuk menjangkau kebutuhan praktis sambil memelihara identitas rohani komunitas umat percaya. Dalam konteks ini, gereja menunjukkan bagaimana kemajuan misi diteguhkan melalui karakter rohani yang nyata dan kerja sama yang penuh kasih.
Tata bahasa dan kutipan para komentator (sepotong catatan)
Beberapa bagian karya para komentator publik domain menyoroti bahwa “penuh dengan iman dan Roh Kudus” menekankan kedua dimensi iman pribadi dan kepatuhan kepada kuasa Allah dalam pelayanan. Kutipan spesifik dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak disertakan secara panjang, namun essensi penekanan pada kualitas rohani sebagai prasyarat pelayanan tersirat dalam pembelajaran ini.