Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kisah Para Rasul 1 Kisah Para Rasul 2 Kisah Para Rasul 3 Kisah Para Rasul 4 Kisah Para Rasul 5 Kisah Para Rasul 6 Kisah Para Rasul 7 Kisah Para Rasul 8 Kisah Para Rasul 9 Kisah Para Rasul 10 Kisah Para Rasul 11 Kisah Para Rasul 12 Kisah Para Rasul 13 Kisah Para Rasul 14 Kisah Para Rasul 15 Kisah Para Rasul 16 Kisah Para Rasul 17 Kisah Para Rasul 18 Kisah Para Rasul 19 Kisah Para Rasul 20 Kisah Para Rasul 21 Kisah Para Rasul 22 Kisah Para Rasul 23 Kisah Para Rasul 24 Kisah Para Rasul 25 Kisah Para Rasul 26 Kisah Para Rasul 27 Kisah Para Rasul 28Verse
Kisah Para Rasul 6:1 Kisah Para Rasul 6:2 Kisah Para Rasul 6:3 Kisah Para Rasul 6:4 Kisah Para Rasul 6:5 Kisah Para Rasul 6:6 Kisah Para Rasul 6:7 Kisah Para Rasul 6:8 Kisah Para Rasul 6:9 Kisah Para Rasul 6:10 Kisah Para Rasul 6:11 Kisah Para Rasul 6:12 Kisah Para Rasul 6:13 Kisah Para Rasul 6:14 Kisah Para Rasul 6:15



Makna Langsung Kisah Para Rasul 6:10
Mereka tidak mampu melawan hikmat dan Roh yang menyertai Filipus dan para rasul ketika mereka berkotbah. Hikmat di sini merujuk pada kebijaksanaan ilahi yang mengiringi pengajaran mereka, sedangkan Roh adalah kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui mereka. Jadi, penentangan terhadap gereja mula-mula tidak bisa menang melawan kebenaran yang didukung oleh kuasa ilahi.
Latar belakang konteks
Dalam Kisah Para Rasul pasal 6, para murid menghadapi protes dari kaum Yunani di antara orang-orang Yahudi mengenai pembagian bantuan bagi janda-janda. Mereka memilih tujuh di antara mereka untuk mengurus hal-hal administrasi ini, sehingga para Rasul bisa fokus pada doa dan pengajaran. Penolakan mereka untuk mengalihkan fokus bukan karena kurangnya kasih, tetapi demi menjaga integritas tugas gereja. Ayat 10 muncul saat musuh, dengan tipu muslihat dan pertentangan, mencoba menggagalkan misi para Rasul melalui pertanyaan-pertanyaan yang menuntut jawaban manusiawi tanpa kuasa Roh.
Observasi tafsir yang ringkas
inti tema
Referensi terkait dan maknanya
Beberapa rujukan berhubungan yang menegaskan pola ini:
kutipan singkat dari tokoh berpendapat publik domain
Catatan singkat: Matthew Henry menekankan bahwa orang percaya tidak mengandalkan kalimat manusiawi, melainkan hikmat ilahi yang bekerja melalui doa dan pengabdian. Albert Barnes menyoroti bahwa respons gereja didorong oleh prinsip pelayanan yang bijak. Adam Clarke menekankan bahwa kekuatan rohani meneguhkan mereka dalam menghadapi perlawanan. (Cuplikan pendek: “They could not resist the wisdom and the Spirit by which he spoke.” – Henry; “The Spirit enabled them to answer wisely and boldly.” – Barnes; “The wisdom and Spirit of God confounded their human Opposition.” – Clarke.)
pakar silang-pustaka singkat
Cross-reference singkat: - Kis. 6:10 terkait dengan perlunya hikmat ilahi ketika menghadapi penentangan; - Kis. 4:29-31 menampilkan doa bersama untuk perlindungan dan kegerakan pengajaran; - Ibrani 4:12 menunjukkan kekuatan firman Allah yang menembus hati dan membedakan motif.
penutup praktis
Dalam menghadapi kritik atau serangan terhadap kebenaran, umat percaya dipanggil untuk mengandalkan hikmat yang datang dari Roh Kudus. Pelayanan gereja tetap fokus pada misi—mengabarkan kabar baik dengan doa yang setia dan pengajaran yang menuntun jiwa—sambil menghadapi tantangan dengan kebijaksanaan surgawi. Biarkan hikmat Tuhan yang memimpin cobaan menguatkan iman dan mendorong kasih kepada sesama.